Seorang Anak Tewas Terseret Banjir di Surabaya Barat

CNN Indonesia | Jumat, 01/02/2019 09:29 WIB
Seorang Anak Tewas Terseret Banjir di Surabaya Barat Ilustrasi banjir. (ANTARA FOTO/HO/H. Prabowo)
Surabaya, CNN Indonesia -- Hujan deras yang mengguyur Surabaya, Jawa Timur Kamis (31/1), mengakibatkan beberapa wilayah terendam banjir dengan ketinggian sedang. Seorang anak dikabarkan meninggal terseret banjir.

Hujan melanda beberapa wilayah di Surabaya Barat. Kawasan yang terdampak banjir ialah Citraland, Lidah Wetan, Lontar, Menganti, Lakarsantri hingga Driyorejo. Banjir itu disebabkan oleh curah hujan yang tinggi pada kamis (31/1) pukul 15.30-18.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, banjir tersebut, bahkan mencapai ketinggian lutut orang dewasa hingga kap mobil.


Korban tewas seorang anak berusia 13 tahun. Korban ditemukan di parit kawasan Jalan Bukit Bali Citraland, Surabaya.

Kapolsek Lakarsantri, Komisaris Dwi Heri membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan korban ditemukan Kamis (31/1) sekitar pukul 20.00 WIB.

Dwi mengatakan kejadian bermula saat korban dijemput ayahnya Johannes Markus (44) dari pulang sekolah di kawasan Wiyung, menggunakan sepeda motor.

"Karena banjir, motor yang dikendarai itu mogok. Sehingga ayahnya mendorong motor itu. Sementara korban sama adiknya ada di belakang berjalan," kata Dwi.

Namun, ketika berada di dekat parit, korban bersama adiknya justru berhenti dan bermain gabus yang menggenang di banjir.

Tak disangka, DM dan adiknya jatuh ke dalam parit yang tengah dalam kondisi meluap akibat banjir. Dia pun terbawa derasnya aliran air itu bersama adiknya.

"Tetapi adiknya berhasil diselamatkan warga yang kebetulan lewat di lokasi, sedangkan kakaknya setelah dilakukan upaya pencarian dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," kata Dwi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan pihaknya mendapatkan laporan banjir di kawasan Surabaya Barat saat ini sudah surut.

"Iya benar ada luapan air di Surabaya Barat. Tapi sekarang sudah surut, luapan sungainya juga sudah surut," kata Eddy.



(frd/arh)