Hasto: Mbah Moen Dukung Jokowi karena Anaknya Dicalonkan PDIP

CNN Indonesia | Minggu, 03/02/2019 12:49 WIB
Hasto: Mbah Moen Dukung Jokowi karena Anaknya Dicalonkan PDIP Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto kembali menegaskan bahwa penyebutan nama calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam doa kiai Maimoen Zubair alias Mbah Moen hanyalah kesalahan pengucapan. Namun, kata dia, Mba Moen sejatinya sangat mendukung calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi).

Hasto mengatakan Mbah Moen tentu mendukung calon presiden petahana karena Taj Yasin Maimoen, salah satu anak Mbah Moen, merupakan tokoh yang dicalonkan PDIP pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

Kala itu, Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, dicalonkan PDIP sebagai wakil gubernur untuk mendampingi Ganjar Pranowo sebagai calon gubernur Jawa Tengah. Keduanya pun kemudian memenangkan kontestasi politik tersebut.

"Mbah Moen memberikan dukungan sepenuhnya kepada Pak Jokowi. Mengapa? Karena anak beliau pun Gus Yasin (sapaan Taj Yasin) itu menjadi wakil gubernur karena dicalonkan oleh PDI Perjuangan," ujarnya usai menghadiri deklarasi dukungan alumni Kanisius kepada Jokowi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/1).


Sebelum PDIP menyatakan dukungan dan mencalonkan Gus Yasin untuk maju mendampingi Ganjar, Sudirman Said, calon gubernur Jawa Tengah di Pilkada 2018 sempat mendekati Gus Yasin untuk menjadi pendampingnya. Namun, secara tiba-tiba, Gus Yasin dideklarasikan menjadi pendamping Ganjar. 

Lebih lanjut Hasto menilai doa yang diberikan Mbah Moen hanyalah sebuah doa dari orang tua kepada anak-anaknya yang memerlukan perhatian. "Beliau sosok kiai yang bagi kami sebagai orang tua juga, punya tradisi mendoakan anak-anaknya, semua didoakan oleh Mbah Moen. Sebagai orang tua biasanya mendoakan mereka yang perlu perhatian," katanya.

Tak hanya itu, ia juga membantah dugaan kepanikan kubu Jokowi-Ma'ruf akibat kesalahan pengucapan nama tersebut. Sikap panik itu semula diasumsikan dari langkah klarifikasi yang buru-buru diberikan oleh Ketua Umum PPP Romahurmuziy dalam sebuah unggahan video di akun pribadi media sosial Instagram.

"Gus Romi hanya semangat karena dulu PPP pernah memang di Yogyakarta. Itu sudah firm (mendoakan Jokowi)," ucapnya.

Sebelumnya, isu dukungan Mbah Moen ke Prabowo mencuat usai tersebar video yang menayangkan ulama kenamaan itu merapalkan doa untuk Prabowo di depan Jokowi. Dalam video itu terekam Mbah Moen sedang berdoa dalam acara zikir bersama di Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah, Jumat (1/2) lalu. Presiden Jokowi hadir dan duduk di samping Mbah Moen. 

Saat sesi doa itu rekaman video memperlihatkan Mbah Moen berdoa dengan menyebut nama Prabowo. Arti doa itu diduga mendoakan Prabowo Subianto jadi Presiden. Namun, tak lama Mbah Moen selesai memanjatkan doa, tampak Romarhumuziy langsung menghampiri Mbah Moen.

Romy kemudian terlihat membisikkan sesuatu kepada Mbah Moen, kemudian Mbah Moen mengklarifikasi doanya yang menyebut nama Prabowo. "Jadi kalau saya luput (salah) sudah tua, saya umur 90 lebih," tutur Mbah Moen.

"Jadi dengan ini saya pribadi, siapa yang ada di samping saya, enggak ada kecuali Pak Jokowi," Mbah Moen menambahkan.

Presiden Jokowi yang duduk di samping Mbah Moen terlihat mengangguk mendengar klarifikasi itu. Tak sampai di situ, Romi kemudian juga membagikan video di akun Instagram pribadinya yang menunjukkan pernyataan Mbah Moen terkait dukungan ke Jokowi. Mbah Moen juga menyebut bahwa PPP tidak mungkin mendukung Prabowo, melainkan Jokowi.  (uli/dea)