Jokowi Ungkap Survei Internal, Elektabilitas di Jateng Turun

CNN Indonesia | Sabtu, 02/02/2019 22:23 WIB
Jokowi Ungkap Survei Internal, Elektabilitas di Jateng Turun Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo memberikan sambutan dalam silaturahmi dengan Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah di Semarang Town Square, Semarang, Jawa Tengah, 2 Februari 2019. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Semarang, CNN Indonesia -- Calon Presiden nomor urut 01 dalam Pilpres 2019, Joko Widodo (Jokowi), mengungkapkan berdasarkan survei internal elektabilitas dirinya bersama cawapres Ma'ruf Amin di Jawa Tengah sempat mengalami penurunan pada empat pekan lalu.

"Rupanya di Jawa Tengah empat minggu yang lalu, di Jawa Tengah turun dua persen elektabilitasnya, turun dua persen," kata Jokowi di hadapan Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah (PPJT), di Semarang Town Square, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (2/2).

Jika dikaitkan dengan waktu, empat pekan ke belakang berbarengan dengan peresmian Posko  Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Kota Solo, Jawa Tengah pada 11 Januari lalu. Posko baru tersebut berada tak jauh dari rumah Jokowi, tepatnya di Jalan Letjen Suprapto No. 53A Sumber, Solo.



Jokowi tak menyebut secara lugas angka elektabilitas hasil survei internal tersebut. Mantan Wali Kota Solo itu hanya mengatakan setelah mengundang tim kampanye daerah (TKD) Jateng ke Jakarta, saat ini elektabilitas dirinya dan Ma'ruf berangsur naik kembali.

Kepada anggota-anggota PPJT yang mendeklarasikan dukungan padanya dan Ma'ruf, Jokowi berharap mereka bisa menyebar optimisme ke tengah masyarakat sehingga dapat mendukung upaya pemenangan paslon petahana tersebut dalam Pilpres 2019.

"Dengan pertemuan ini kita harapkan sebarkan optimisme, sebarkan optimisme, sehingga angka-angka itu sesuai yang kita targetkan," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan tinggal tersisa waktu sekitar dua bulan sebelum masa pencoblosan pemilu serentak yang digelar pada 17 April 2019. Dalam masa yang singkat tersebut, kata dia, setiap elemen masyarakat akan menentukan bakal ke arah mana negara Indonesia ini akan dibawa. Jokowi pun menghargai kerja keras masyarakat di Jawa Tengah, di mana provinsi itu pun dikenal sebagai 'Kandang Banteng'.

"Saya titip apa adanya, bahwa dalam 2 bulan ini sangat menentukan sekali ke mana arah negara ke depan akan kita bawa," kata Jokowi.

Sedikitnya 1.500 pengusaha yang tergabung dalam PPJT mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf.

"Kami sangat yakin Jokowi-Ma'ruf akan mampu menjadikan Indonesia menjadi negara lebih kuat, maju, sejahtera dan berdaya saing," kata Koordinator PPJT Kukrit Wicaksono.

Kukrit pun mengajak para pengusaha Jawa Tengah untuk berdiri bersama membacakan ikrar deklarasi dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Kami segenap pengusaha Jawa Tengah, memberikan dukungan sepenuhnya dan siap memenangkan bapak Joko Widodo menjadi presiden 2019-2024," ujarnya.


Ketua Panitia Acara, Hendrar Prihadi, mengatakan deklarasi yang diungkapkan sekitar 1.500 pengusaha Jawa Tengah itu bakal memiliki andil besar untuk upaya pemenangan Jokowi-Ma'ruf dalam PIlpres 2019. Menurut pria yang juga dikenal sebagai Wali Kota Semarang tersebut, para pengusaha itu memiliki massa yang cukup signifikan.

"Ada 1.500 pelaku usaha Jawa Tengah yang hadir di tempat ini. Mereka punya gerbong gerbong, kawan-kawan ini lokomotifnya. Dan, Insyallah hari ini kita bersepakat gerbong-gerbong kita akan kita arahkan untuk mendukung bapak Joko Widodo menjadi presiden 2019-2024," kata Hendrar.

Hadir dalam acara tersebut di antaranya kader PDIP yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo, Pramono Anung, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir, serta Ketua Dewan Pembina Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Bahlil Lahadalia.

(fra/kid)