Kecondongan dukungan politik Mbah Moen sontak menjadi bahasan publik. Tagar #KyaiMaimoenDoakanPrabowo sempat mengguncang Twitter. PPP sebagai partai Mbah Moen dan pendukung Jokowi pun juga berkali-kali melakukan klarifikasi terkait doa tersebut.
Secara historis dan politik, daerah lokasi Ponpes Al-Anwar memang tidak terpisahkan dari kenangan kemenangan Prabowo-Hatta di Pilpres 2014. Kala itu, Prabowo Subianto tercatat unggul tipis dari Joko Widodo di Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo dan KH Maimoen Zubair. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho) |
Saat itu PPP memang jadi salah satu motor pasangan Prabowo-Hatta. PPP menjadi mesin politik Prabowo-Hatta bersama Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang dan Partai Golkar. Sementara Jokowi-JK didukung PDIP, Partai Nasdem, PKB, dan Partai Hanura.
Terkait kebenaran doa yang menggunakan bahasa Arab tersebut, KH Maimoen Zubair sendiri telah mengklarifikasinya. Klarifikasi itu dilakukan lewat video blog (vlog) bersama Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.
"PPP tidak ada PPP yang Prabowo, dan semuanya adalah ke Pak Jokowi," kata Mbah Moen dalam vlog yang diunggah akun Instagram resmi Romahurmuziy pada Sabtu (2/2).
Tagar #KyaiMaimoenDoakanPrabowo yang sempat menjadi trending topic di Twitter pun telah diklarifikasi oleh PPP.
"Hadza (ini) Pak Prabowo La (bukan) Pak Prabowo, Innama (tidak lain dan tidak bukan) Pak Jokowi, Joko Widodo," kata Wakil Ketua PPP Arwani Thomafi mengutip klarifikasi Mbah Moen lewat keterangan tertulis, Sabtu (2/2).
Senada, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto juga menegaskan bahwa penyebutan nama calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam doa Kiai Maimoen Zubair alias Mbah Moen hanyalah kesalahan pengucapan. Namun, kata dia, Mba Moen sejatinya sangat mendukung calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi).
"Mbah Moen memberikan dukungan sepenuhnya kepada Pak Jokowi. Mengapa? Karena anak beliau pun Gus Yasin (sapaan Taj Yasin) itu menjadi wakil gubernur karena dicalonkan oleh PDI Perjuangan," ujarnya usai menghadiri deklarasi dukungan alumni Kanisius kepada Jokowi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/1).
Prabowo dan KH Maimoen Zubair. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)