Doa Mbah Moen dan Memori Prabowo Menang di Sarang pada 2014

CNN Indonesia | Minggu, 03/02/2019 14:16 WIB
Doa Mbah Moen dan Memori Prabowo Menang di Sarang pada 2014 Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Maimoen Zubair (kiri) saat menghadiri cara Sarang Berzikir Untuk Indonesia Maju di Rembang, Jawa Tengah, Jumat (1/2). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Media sosial sempat ramai dihebohkan mengenai doa pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Anwar, KH Maimoen Zubair, Jumat (1/2). Di ponpesnya yang berada di Karangmangu, Sarang, Rembang, Jawa Tengah itu, Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu disebut-sebut mendoakan kemenangan Prabowo di Pilpres 2019. Doa tersebut dibaca meski capres nomor nomor urut 01 Joko Widodo berada di sampingnya.

Kecondongan dukungan politik Mbah Moen sontak menjadi bahasan publik. Tagar #KyaiMaimoenDoakanPrabowo sempat mengguncang Twitter. PPP sebagai partai Mbah Moen dan pendukung Jokowi pun juga berkali-kali melakukan klarifikasi terkait doa tersebut.

Secara historis dan politik, daerah lokasi Ponpes Al-Anwar memang tidak terpisahkan dari kenangan kemenangan Prabowo-Hatta di Pilpres 2014. Kala itu, Prabowo Subianto tercatat unggul tipis dari Joko Widodo di Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang.


Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, dalam data 'Rekap DB 1 Publikasi Pemilu 2014' di situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan Prabowo-Hatta meraih 18.747 suara di Kecamatan Sarang. Sementara pasangan Jokowi-JK meraih 18.177 suara. Partisipasi pemilih di kecamatan itu mencapai 77,51 persen.


Doa Mbah Moen dan Memori Kemenangan Prabowo di Sarang 2014Prabowo dan KH Maimoen Zubair. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Saat itu PPP memang jadi salah satu motor pasangan Prabowo-Hatta. PPP menjadi mesin politik Prabowo-Hatta bersama Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang dan Partai Golkar. Sementara Jokowi-JK didukung PDIP, Partai Nasdem, PKB, dan Partai Hanura.

Meski demikian, pada level provinsi, Jawa tengah masih menunjukkan statusnya sebagai 'kandang banteng' atau basis suara terkuat PDIP. Jokowi-JK meraup 66,64 persen dan Prabowo-Hatta 33,35 persen dari total suara sah 19.445.260.

Terkait kebenaran doa yang menggunakan bahasa Arab tersebut, KH Maimoen Zubair sendiri telah mengklarifikasinya. Klarifikasi itu dilakukan lewat video blog (vlog) bersama Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

"PPP tidak ada PPP yang Prabowo, dan semuanya adalah ke Pak Jokowi," kata Mbah Moen dalam vlog yang diunggah akun Instagram resmi Romahurmuziy pada Sabtu (2/2).

[Gambas:Instagram]

Tagar #KyaiMaimoenDoakanPrabowo yang sempat menjadi trending topic di Twitter pun telah diklarifikasi oleh PPP.

"Hadza (ini) Pak Prabowo La (bukan) Pak Prabowo, Innama (tidak lain dan tidak bukan) Pak Jokowi, Joko Widodo," kata Wakil Ketua PPP Arwani Thomafi mengutip klarifikasi Mbah Moen lewat keterangan tertulis, Sabtu (2/2).

Senada, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto juga menegaskan bahwa penyebutan nama calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam doa Kiai Maimoen Zubair alias Mbah Moen hanyalah kesalahan pengucapan. Namun, kata dia, Mba Moen sejatinya sangat mendukung calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi).

"Mbah Moen memberikan dukungan sepenuhnya kepada Pak Jokowi. Mengapa? Karena anak beliau pun Gus Yasin (sapaan Taj Yasin) itu menjadi wakil gubernur karena dicalonkan oleh PDI Perjuangan," ujarnya usai menghadiri deklarasi dukungan alumni Kanisius kepada Jokowi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/1).

(dhf/ain)