Polisi Masih Selidiki KKB Tembak Penjaga Warung di Papua

Antara, CNN Indonesia | Minggu, 03/02/2019 15:36 WIB
Polisi Masih Selidiki KKB Tembak Penjaga Warung di Papua Ilustrasi Penembakan di Papua. (Istockphoto/emmy-images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Resor (Polres) Puncak Jaya masih menyelidiki penembakan Sugeng, penjaga kios oleh anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari jarak dekat, di Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Sabtu (2/2) malam.

"Masih dalam proses penyelidikan," kata Kapolres Puncak Jaya Ajun Komisaris Besar Agustinus Ary Purwanto, Minggu (3/2) dikutip Antara.

Agustinus mengatakan pihaknya terus melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. Penyidik, kata dia, sedang mengumpulkan keterangan dari para saksi.


Sementara Komandan Kodim (Dandim) 1714/Puncak Jaya Letkol Inf Agus Sunaryo mengatakan situasi secara umum di Mulia dan sekitarnya dalam keadaan kondusif.

"Kondusif seperti biasa," katanya.


Ketika ditanya apakah warga di Mulia dan sekitarnya beraktivitas seperti biasa, mantan Kasiops Korem 172/PWY itu mengatakan warga tetap beraktivitas tanpa merasa takut.

Seorang warga sipil yang tengah menjaga warung menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata di Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia, Puncak Jaya, Papua.

Warga sipil bernama Sugeng Efendi (28) itu mengalami penembakan oleh diduga anggota KKB dari jarak dekat pada Sabtu (2/2) malam pukul 18.48 WIT. Selain menjaga kios atau warung, sehari-hari Sugeng disebutkan bekerja sebagai tukang ojek.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengatakan dari laporan yang diterima, peristiwa terjadi saat korban sedang menjaga kios bersama rekannya, Alfan. Saat itu, kata Kamal, terdengar sekali letusan. Lalu, korban memberitahu kepada kawannya bahwa dirinya tertembak.

Rekannya lalu meminta bantuan warga lain untuk mengevakuasi ke rumah sakit, sementara seorang saksi lain melapor ke pos TNI guna memberitahu insiden tersebut. Lalu, dari pos TNI itu laporan dilanjutkan ke Kodim 1714/PJ dan Polres Puncak Jaya.

Setelah dievakuasi, saat tiba di rumah sakit korban dinyatakan telah meninggal dunia. Jenazahnya lalu divisum di RSUD Mulia. Korban tewas dengan luka tembak pada bagian leher.

"Jenazah korban disemayamkan di Masjid Mujahidin Mulia, dan direncanakan dievakuasi ke Jayapura, dan selanjutnya ke Surabaya untuk dimakamkan di kampung halamannya di Probolinggo," kata Kamal.




(ain)