Ahok Mudik, ke Makam Ayah hingga Berbagi Kisah dari Penjara

Antara, CNN Indonesia | Minggu, 03/02/2019 21:02 WIB
Ahok Mudik, ke Makam Ayah hingga Berbagi Kisah dari Penjara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). CNN Indonesia/Ciputri Hutabarat
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pulang ke kampung halamannya di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu (2/1).

Ahok menjadi pusat perhatian masyarakat yang memadati terminal kedatangan Bandara Internasional HAS Hanandjoedin pagi itu yang ingin berfoto bersama dengan mantan Gubernur Jakarta tersebut.

Kepada warga di kampung halamannya, Ahok membeberkan kondisi dirinya selama menjalani masa hukuman atas kasus penodaan agama di Rutan Mako Brimob.


"Kondisi dan pola hidup di penjara jauh berbeda, setelah saya bebas kesehatan saya sedikit terganggu demam," kata Ahok dikutip Antara, Minggu (3/2).


Ahok kemudian dengan lugas menceritakan kondisi dan aktivitas rutin selama lebih kurang dua tahun di penjara. "Selama menjalani masa tahanan pola hidup sehat dan serba teratur seperti jadwal makan, olahraga dan juga waktu istirahat," ujarnya.

Ia mengatakan, hidup di tahanan itu rutin tidur jam 10 malam, makan jam 5 sore kemudian terakhir makan malam kemudian bisa tidur siang dan olahraga.

"Itu pola hidup yang sangat teratur dan sehat, namun setelah bebas saya sedikit kelelahan karena padatnya jadwal pertemuan hingga larut malam," ujarnya.


Dalam kesempatan di Belitung, Ahok menyempatkan mengunjungi makam ayahnya di Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung.

Putra sulung Ahok, Nicholas Sean Purnama mengatakan agenda penting pulang ke kampung halaman adalah berziarah ke makam kakek.

"Tentu kami sangat senang pulang ke kampung dan momentum ini kami manfaatkan untuk mengunjungi makam kakek (ayah Ahok)," ujarnya.

Ahok dan keluarganya berada di Belitung Timur selama dua hari. Mereka pulang bersama anak sulung dan ibunya. Momentum tersebut, kata dia, bertepatan juga menjelang Imlek sehingga pulang kampung terasa sangat bermakna sekali.




(ain)