Fadli Zon Duga Jokowi Mulai 'Desperado' Hadapi Prabowo

CNN Indonesia | Senin, 04/02/2019 12:35 WIB
Fadli Zon Duga Jokowi Mulai 'Desperado' Hadapi Prabowo Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon (kiri) dan calon presiden yang diusung partainya, Prabowo Subianto (kanan). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo sudah tidak memiliki cara lain dalam menghadapi kubu lawan di Pilpres 2019. Menurutnya, Jokowi tidak sanggup menaikkan elektabilitasnya.

Fadli menanggapi serangan bertubi-tubi dari kubu Jokowi. Salah satunya dia menyebut paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi menggunakan gaya propaganda Rusia selama masa kampanye.

"Ada pepatah mengatakan begini, 'desperate people can do desperate thing'. Jadi ini sudah desperado, sudah desperate mungkin, karena elektabilitasnya enggak naik-naik, jadi dengan segala cara untuk menaikan elektabilitas," kata Fadli di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (4/2).



Fadli pun menilai perkataan Jokowi semakin ngawur. Ia menegaskan petahana semestinya berbicara dengan gaya yang elegan dengan memaparkan hasil kerja yang sudah dicapai.

Menurutnya, gaya menyerang Jokowi menunjukkan pemerintahannya tidak memiliki prestasi. Namun, Fadli mengaku pihaknya bersyukur dengan pernyataan Jokowi yang menunjukkan kelemahan kubu lawan.

"Saya kira baguslah, alhamdulillah. Artinya petahana sudah menunjukkan tanda-tanda dia akan kalah," ujarnya.

Prabowo Diserang, Fadli Zon Minta Jokowi EleganPresiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Terkait dengan perkataan Jokowi soal propaganda Rusia, Fadli menilai hal tersebut semestinya diperhatikan dengan lebih hati-hati oleh Jokowi.

Sebab sebagai presiden, kata Fadli, menyebut nama sebuah negara akan berpengaruh pada hubungan diplomatik antarnegara.

"Itu bisa menimbulkan gejolak hubungan diplomatik antara kita dengan Rusia atau negara manapun yang disebut," ujarnya.


Saat acara deklarasi Koalisi Alumni Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (3/2), Jokowi melontarkan serangan ke kubu Prabowo. Jokowi menyebut sejumlah kasus hoaks yang melibatkan oposisi.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Johnny G. Plate menilai kubu Prabowo-Sandi menggunakan gaya propaganda Uni Soviet selama masa kampanye Pilpres 2019.

Johnny menyebut propaganda yang dipakai kubu Prabowo adalah firehose of the falshood. Strategi ini menggunakan teknik kebohongan yang diproduksi secara masif melalui media untuk membangun ketakutan di masyarakat.

"Firehose of the falsehood, gaya propaganda Uni Soviet-USSR yang dulu dipakai di era Perang Dingin dan didaur ulang di banyak pilpres, termasuk pilpres Amerika Serikat yang baru lalu," kata Johnny dalam keterangan tertulis, Senin (4/2).

(ani/pmg)