TKN Nilai Puisi Fadli Zon Bikin Warga NU Menjauh dari Prabowo

CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 14:05 WIB
TKN Nilai Puisi Fadli Zon Bikin Warga NU Menjauh dari Prabowo Wakil Ketua TKN Joko Widodo-Maruf Amin, Arsul Sani. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Arsul Sani menilai puisi berjudul 'Doa yang Ditukar' yang dibuat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon merugikan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurutnya, puisi Fadli Zon tersebut membuat warga Nahdlatul Ulama (NU) yang disebut Nahdliyin menjauh dari pasangan Prabowo-Sandi dan lebih menguntungkan pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"[Puisi] itu membuat warga NU menjadi jauh dari paslon [pasangan calon] 02," kata Arsul kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (6/2).


Sekjen PPP itu menerangkan, kerugian itu karena puisi Fadli Zon bertentangan dengan kultur dan kekhasan NU.

Menurut dia, Nahdliyin selalu menghormati kiai atau ulamanya meskipun memiliki pandangan dan sikap yang berbeda. Karenanya puisi Fadli akan berbalik dan membuat rugi Prabowo-Sandi.

"NU punya kultur dan kekhasan sendiri. Kultur NU yaitu menghormati ulama atau kiainya, meskipun berbeda dengan kiai atau ulama itu," kata dia.

"Kemudian ada suatu ekspresi, baik lisan atau tulisan, yang menciderai rasa hormat kepada ulama, maka itu akan jadi arus balik," ujar Arsul.

Lebih dari itu pihaknya tidak terlalu mempersoalkan puisi 'Doa yang Ditukar' itu. Bahkan, Arsul berharap Fadli lebih sering membuat puisi-puisi seperti itu.

"Puisi Fadli Zon, kami tidak terlalu mempersoalkan, karena justru bawa arus balik NU yang selama ini diam menghadapi kontestasi itu. Maka saya harap Fadli Zon sering bikin puisi seperti itu," ucap dia.

Fadli sebelumnya menulis puisi berjudul 'Doa yang Ditukar' pada Minggu (3/2). Dalam puisinya, dia menyindir soal agama yang diobral hingga penguasa tengik.

Berikut bunyi puisi Fadli Zon:

DOA YANG DITUKAR

doa sakral

seenaknya kau begal

disulam tambal

tak punya moral

agama diobral


doa sakral

kenapa kau tukar

direvisi sang bandar

dibisiki kacung makelar

skenario berantakan bubar

pertunjukan dagelan vulgar


doa yang ditukar

bukan doa otentik

produk rezim intrik

penuh cara-cara licik

kau penguasa tengik


Ya Allah

dengarlah doa-doa kami

dari hati pasrah berserah

memohon pertolonganMu

kuatkanlah para pejuang istiqomah

di jalan amanah

Puisi itu mendapat respons dari sejumlah kalangan politikus hingga Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, juga ikut mempersoalkan puisi Fadli Zon itu. (mts/osc)