Jokowi: Kalau Ulama dan Umara Sering Bertemu Negara Tenteram

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 17:27 WIB
Jokowi: Kalau Ulama dan Umara Sering Bertemu Negara Tenteram Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan ulama yang berasal dari Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (7/2). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada para kiai dan habib dari wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang hadir dalam silaturahmi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (7/2). Jokowi menyatakan kalau ulama dan umara sering bertemu negara akan tenteram.

"Kalau ulama dan umara itu dekat dan sering saling silaturahmi, sering bertemu menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan keumatan, Insyaallah negara ini akan tetap adem, ayem, tenteram, dingin, sejuk," kata Jokowi di hadapan kiai dan habib.

"Karena saya meyakini, apabila para ulama sudah berikan tausiyah dan wejangan kepada umatnya, pada santri, ini dijadikan panutan," ujar Jokowi menambahkan.


Jokowi lantas mengingatkan kepada para kiai dan habib yang hadir bahwa beberapa waktu belakangan ini banyak muncul berita-berita fitnah hingga semburan kabar bohong alias hoaks. Semburan hoaks tersebut bahkan, kata Jokowi, tak berhenti sampai saat ini.
Mantan Wali Kota Solo itu menyebut fenomena berita fitnah dan hoaks juga terjadi di sejumlah negara lainnya. Jokowi pun meminta para kiai dan habib bisa membentangi diri masyarakat untuk tidak termakan berita fitnah dan hoaks yang terus tersebar, terutama di media sosial.

"Menurut saya yang terpenting bagaimana kita membentengi pribadi-pribadi yang ada di negara ini dengan budi pekerti yang baik, karakter keislaman yang baik, karakter keindonesiaan yang baik, dengan tata krama yang baik, dan nilai agama yang baik," kata dia.

"Saya kira bentengnya itu bukan dilarang atau diblok karena itu justru makin membuat lebih besar lagi, membuat kalau dalam istilah medsos malah lebih viral lagi," ucap Jokowi.

Peristiwa Politik

Jokowi melanjutkan maraknya berita fitnah dan hoaks tersebut juga tak terlepas dari banyaknya peristiwa politik di Indonesia. Peristiwa politik yang dimaksud di antaranya pemilihan bupati/wali kota, pemilihan gubernur, hingga pemilihan presiden.

"Enggak ada di dunia ini sebanyak Indonesia peristiwa politiknya. Dulu sebelum digabung hampir setiap hari ada pemilihan di daerah. Ini saya kira yang mempengaruhi situasi politik yang ada di tanah air baik di Jawa, baik luar Jawa," ujarnya.
Menurut Jokowi, bila masyarakat sudah memiliki kematangan dan kedewasaan dalam berpolitik, berita fitnah serta hoaks tidak akan menjadi masalah. Namun, kata Jokowi, masyarakat saat ini sedang menuju kedewasaan dalam berpolitik.

"Sehingga seringkali berita fitnah sangat mengguncangkan masyarakat dan sangat mempengaruhi kenyamanan masyarakat. Termasuk, hal-hal yang berkaitan dengan politik ya," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (fra)