"Kalau ulama dan umara itu dekat dan sering saling silaturahmi, sering bertemu menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan keumatan, Insyaallah negara ini akan tetap adem, ayem, tenteram, dingin, sejuk," kata Jokowi di hadapan kiai dan habib.
"Karena saya meyakini, apabila para ulama sudah berikan tausiyah dan wejangan kepada umatnya, pada santri, ini dijadikan panutan," ujar Jokowi menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya yang terpenting bagaimana kita membentengi pribadi-pribadi yang ada di negara ini dengan budi pekerti yang baik, karakter keislaman yang baik, karakter keindonesiaan yang baik, dengan tata krama yang baik, dan nilai agama yang baik," kata dia.
Peristiwa Politik
Jokowi melanjutkan maraknya berita fitnah dan hoaks tersebut juga tak terlepas dari banyaknya peristiwa politik di Indonesia. Peristiwa politik yang dimaksud di antaranya pemilihan bupati/wali kota, pemilihan gubernur, hingga pemilihan presiden.
"Enggak ada di dunia ini sebanyak Indonesia peristiwa politiknya. Dulu sebelum digabung hampir setiap hari ada pemilihan di daerah. Ini saya kira yang mempengaruhi situasi politik yang ada di tanah air baik di Jawa, baik luar Jawa," ujarnya.
Lihat juga:Jokowi Singgung Pengkritik Jalan Tol |
"Sehingga seringkali berita fitnah sangat mengguncangkan masyarakat dan sangat mempengaruhi kenyamanan masyarakat. Termasuk, hal-hal yang berkaitan dengan politik ya," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (fra/ugo)