Warga Disebut Lompat ke Sungai Musi, Istri Ditemukan Tewas

CNN Indonesia | Senin, 11/02/2019 05:05 WIB
Warga Disebut Lompat ke Sungai Musi, Istri Ditemukan Tewas Ilustrasi TKP. (Istockphoto/joebelanger)
Palembang, CNN Indonesia -- Kepolisian menyelidiki keterkaitan antara kematian Linda Fitria (38) dan tindakan suami korban, Febrianto (38) alias Ebit, yang melompat ke Sungai Musi dari atas Jembatan Kertapati.

Linda sebelumnya ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya Jalan Sempayo nomor 91, RT2 RW 1, Kelurahan Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (10/2).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Palembang Komisaris Yon Edi Winara mengatakan pihaknya segera melakukan olah TKP usai mendapatkan laporan.

"Kita olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Palembang. Ditemukan 24 luka tebasan dan tusuk di sekujur tubuh korban," ujar Yon.

Terkait laporan suami korban yang diduga melompat ke Sungai Musi, pihaknya sudah menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Kantor SAR Palembang untuk melakukan pencarian.

"Korelasi antara kejadian tewasnya korban dan upaya bunuh diri suaminya masih kami dalami. Tim sudah kita terjunkan untuk menyelidiki peristiwa ini," ujar dia.

Sungai Musi, Palembang, Sumsel.Sungai Musi, Palembang, Sumsel. (Adhi Wicaksono)
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadiannya bermula saat Karim (60), ayah Linda, ditelepon oleh seseorang bernama Dedi yang memberitahukan bahwa Febrianto ditemukan melompat ke Sungai Musi. Sementara, sepeda motornya ada di atas jembatan.

Karim hendak memberitahukan itu kepada Linda yang tinggal di sebelah rumahnya. Ternyata, Linda ditemukan tewas bersimbah darah di atas kasur di ruang tengah rumah korban. Karim pun segera mengabari warga lain yang kemudian melapor ke polisi.

Karim menyebut seorang tetangga mendengar korban berteriak, pada Sabtu (9/2) pukul 20.30 WIB.

"Saya tidak dengar suaranya, cuma tetangga dengar. Anak-anaknya biasanya belum tidur, ada dua yang masih kecil, jadi saya tidak curiga dan tidak mengecek malam itu," ujar Karim.

Terpisah, Kantor SAR Palembang enggan mencari Febrianto yang dilaporkan melompat ke Sungai Musi.

Humas Kantor SAR Palembang Taufan mengatakan pihaknya belum dapat melakukan pencarian terhadap Febrianto karena masih menunggu koordinasi dengan kepolisian.

Ilustrasi anggota tim SAR.Ilustrasi anggota tim SAR. (ANTARA FOTO/H0-Basarnas)
"Tidak ada saksi mata yang melihat Febrianto tenggelam dan karena ini berkaitan dengan kasus kriminal kami masih menunggu instruksi selanjutnya. Jadi belum dapat melakukan pencarian," ujar dia, Minggu (10/2).

Ia juga mengaku pihaknya juga telah mengumpulkan informasi terkait Ebit. Dari informasi tersebut tidak ada saksi mata satupun yang melihat Febrianto tenggelam. Pihaknya hanya mendapati sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna hijau milik Ebit terparkir di atas Jembatan Kertapati.



Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves https://www.instagram.com/saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis.



(idz/arh)