Awak Mobil Tangki Adang Jokowi, Istana Sebut Salah Sasaran

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 15:31 WIB
Awak Mobil Tangki Adang Jokowi, Istana Sebut Salah Sasaran Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan massa Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) Pertamina salah sasaran demo ke Jokowi, yang seharusnya ke perusahaan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan massa Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) Pertamina salah sasaran saat melancarkan demo kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Moeldoko menilai para pekerja itu seharusnya menuntut kepada perusahaan tempat mereka bekerja.

SP-AMT Pertamina malam tadi menghentikan mobil Jokowi yang keluar dari Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk menuntut nasib mereka yang dipecat kerja secara sepihak.

"Menurut saya sih salah sasaran, jangan semuanya ke presiden. Padahal itu mestinya dia harus kepada vendor di mana dia bekerja," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/2).


Moeldoko mengatakan sudah memanggil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Nina Sulistyowati untuk meminta penjelasan terkait tuntutan SP-AMT tersebut. Menurut Moeldoko, dari penjelasan Patra Niaga mereka merupakan pekerja dari vendor atau outsourcing.

"Mereka ini tidak langsung berhubungan dengan Pertamina Niaga itu, mereka-mereka ini di bawah vendor, sehingga sesungguhnya kalau dia menuntut-menuntut vendor," ujarnya.

Mantan Panglima TNI itu lantas meminta SP-AMT Pertamina menuntut perusahaan yang menyalurkan mereka. Moeldoko mengatakan permasalahan mereka bisa diselesaikan di tingkat perusahaan dan tak sampai pada Presiden.

Aparat mengawal demo Serikat pekerja awak mobil tangki (SP. AMT), kemarin.Aparat mengawal demo Serikat pekerja awak mobil tangki (SP. AMT), kemarin. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
"Saya pikir, taat azas lah, jangan dikit-dikit semuanya presiden. Itu lah saya buru-buru memanggil dirut [direktur utama]-nya. Itu hanya kelompok kecil ya," kata dia.

Moeldoko menyatakan banyak kelompok yang memanfaatkan situasi menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019 dengan menuntut sejumlah permasalahan kepada Presiden. Menurutnya, banyak pihak yang memunculkan diri untuk mendapatkan respon Presiden.

"Saya pikir mereka-mereka sudah diterima dan penyelesaiannya, penyelesaiannya yang bagaimana sesuai prosedur mereka bekerja," ujarnya.

Biasa Terima Masyarakat

Di tengah aksi massa SP-AMT semalam, salah satu peserta berhasil merangsek pengamanan aparat kepolisian dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) untuk sampai ke mobil Jokowi. Peserta aksi tersebut adalah Dewi Sriyanti, istri dari Ketua SP-AMT Pertamina.

Dewi disambut Jokowi yang membuka kaca jendela mobil. Dewi kemudian menyampaikan keluhan SP-AMT Pertamina langsung kepada Jokowi yang membuka kaca jendela mobilnya saat terhenti di jalan seberang Istana.

Massa Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP AMT) membubarkan diri jelang tengah malam.Massa Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP AMT) membubarkan diri jelang tengah malam. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Moeldoko menyatakan Jokowi memang terbiasa menyambut masyarakat yang ingin bertemu, meskipun tengah berada di dalam iring-iringan mobil. Menurut Moeldoko, hal tersebut kerap terjadi ketika Jokowi melakukan kunjungan kerja di sejumlah daerah.

"Ya presiden biasa, kalau menghadapi masa kan biasa, presiden karena sudah terbiasa menghadapi masyarakat di jalanan, sering pada saat membagi buku itu sangat mepet, nempel ke mobil presiden," kata dia.

"Karena saya sering sama beliau, saya sendiri secara pribadi mantan panglima TNI, cukup khawatir, cuma presiden happy-happy saja dengan situasi seperti itu. Karena itu menjadi kebiasaan," ujar Moeldoko melanjutkan.

Pensiunan jenderal bintang empat itu mengakui sempat terjadi aksi saling dorong antara aparat kepolisian dengan massa SP-AMT Pertamina. Menurut dia, situasi tersebut normal lantaran polisi maupun Paspampres punya penilaian untuk keamanan Presiden dan Ibu Negara.

"Jadi kalau para pengawal Paspampres ini melihat situasi yang itu kurang bagus untuk pengamanan presiden maka ada langkah-langkah," kata Moeldoko.

[Gambas:Video CNN] (fra/arh)