Kemenag: Muslim Bebas Salat di Mana Saja

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 15:02 WIB
Kemenag: Muslim Bebas Salat di Mana Saja Warga melaksanan salat Idul Fitri di jalanan kawasan Jatinegara, Jakarta, Jumat, 15 Juni 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan tak ada larangan bagi siapa pun untuk melaksanakan salat Jumat di masjid. Pernyataan ini menanggapi keberatan Ketua Masjid Agung Semarang Hanief Ismail soal rencana Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto salat Jumat di masjid tersebut pada Jumat (15/2).

"Enggak ada larangan seperti itu. Orang muslim bebas salat di mana saja," ujar Direktur Jenderal Bina Masyarakat Islam Kemenag Muhammadiyah Amin kepada CNNIndonesia.com, Kamis (14/2).

Namun Amin mengingatkan pelaksanaan salat Jumat itu tak boleh menjadi ajang politisasi. Menurutnya, ketentuan tentang pelaksanaan salat Jumat dan ceramah di masjid telah diatur melalui Seruan Menteri Agama Tentang Ceramah di Rumah Ibadah tahun 2017.


[Gambas:Video CNN]

Dalam seruan itu menjelaskan bahwa materi dalam salat Jumat tak boleh bermuatan kampanye politik praktis atau promosi bisnis. Seruan itu juga menjelaskan bahwa pelaksanaan salat Jumat harus tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku terkait penyiaran keagamaan dan penggunaan rumah ibadah.

"Ya kalau kekhawatiran politisasi sebenarnya sudah ada surat edaran menterinya. Intinya salat Jumat tidak boleh dilarang di mana pun, kecuali jika digunakan untuk politik praktis," ucapnya.


Sebelumnya, Ketua Masjid Agung Semarang (Masjid Kauman), KH Hanief Ismail menyampaikan keberatannya terkait dengan rencana Prabowo Subianto yang akan melaksanakan salat Jumat di masjid tersebut, Jumat (15/2).

Hanief menilai salat Jumat yang akan dilaksanakan Prabowo bermuatan politis karena ada upaya mobilisasi massa.

"Kami para nadlir atau takmir Masjid Kauman merasa keberatan dengan rencana Jumatan Prabowo. Tolong sampaikan ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) agar mengambil tindakan yang perlu sesuai aturan hukum," tutur Hanief, dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (14/2).

Hanief menilai salat Jumat diadakan Prabowo bernuansa politis. Pihaknya melihat acara itu telah diumumkan besar-besaran. Ribuan pamflet, telah disebar seantero Kota Semarang. Termasuk ditempel di kampus-kampus dan masjid-masjid. Pamflet dan narasi undangan untuk ikut salat Jumat bersama Prabowo itu juga telah viral di media sosial sejak Rabu (13/2).


Menanggapi itu, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade membantah ada upaya mobilisasi yang dilakukan pihaknya di Semarang. Menurut dia, tuduhan tersebut tak bisa dibuktikan.

"Dan yang jelas, memangnya Pak Prabowo akan berkampanye di sana? Akan berpidato di masjid?" kata Andre.

Andre menuding justru pihak masjid yang telah mempolitisasi situasi tersebut dengan melarang Prabowo salat Jumat di sana. Andre mengingatkan, masjid bukanlah milik pengurus, melainkan milik semua umat Muslim.

(psp/ain)