FOTO: Simulasi Pemilu Untuk Penyandang Difabel

Hesti Rika, CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 18:34 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- KPU menggelar sosialisasi dan simulasi Pemilu 2019 kepada 200 orang penyandang disabilitas. Kegiatan itu diselenggarakan bersama Kementerian Sosial RI.

Penyandang disabilitas mengikuti simulasi pemilu yang diselenggarakan Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Disabilitas (PPUA Disabilitas) dengan mendapat dukungan dari KPU RI di gedung Kementrian Sosial, Jakarta, 14 Februari 2019. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Dengan kegiatan ini penyandang disabilitas dari berbagai kriteria yang menjadi peserta diharapkan memperoleh banyak informasi terkait dengan pelaksanaan pemilu 2019 serentak untuk memilih anggota legislatif dan memilih Presiden dan Wakil Presiden yang akan berlangsung pada hari Rabu, 17 April 2019 mendatang. ( CNN Indonesia/ Hesti Rika )
Sosialisasi dan simulasi pemilihan bagi penyandang disabilitas sangat penting. Pasalnya banyak potensi gangguan hak kaum difabel saat mencoblos.( CNN Indonesia/ Hesti Rika )
Potensi gangguannya di antara lain, lokasi TPS sulit dijangkau pengguna kursi roda, tidak adanya alat bantu pencoblosan untuk tunanetra, pelanggaran kerahasiaan atas pilihan difabel karena mereka harus didampingi. ( CNN Indonesia/ Hesti Rika )
KPU membuat TPS khusus untuk simulasi tersebut. Peralatan lengkap, ada bilik suara, kotak suara, petugas TPS, hingga jalur untuk memilih. ( CNN Indonesia/ Hesti Rika )
Difabel diarahkan memilih sesuai disabilitasnya. Bagi tunanetra, misalnya, menggunakan alat bantu huruf braile. ( CNN Indonesia/ Hesti Rika )
Mereka mendapat lima surat suara, yaitu capres-cawapres, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/kota. Foto dan nama kandidat dokosongkan untuk surat suara selain untuk pilpres. ( CNN Indonesia/ Hesti Rika )
Sementara untuk surat suara Pilpres tidak dilengkapi foto kandidat. Nama lengkap, nomor urut, serta logo partai pendukung tetap dicantumkan. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)