TKN Duga Prabowo Jumatan di Masjid Kauman Bukan untuk Ibadah

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 16:37 WIB
TKN Duga Prabowo Jumatan di Masjid Kauman Bukan untuk Ibadah Sekjen Nasdem yang juga Wakil Ketua TKN Jhonny G Plate. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Johnny G Plate menduga Prabowo Subianto punya motif kampanye terkait agenda salat jumat di Masjid Agung Semarang, Jawa Tengah atau Masjid Kauman.

Karena itu pengurus masjid keberatan Prabowo salat jumat di masjid terbesar di Jawa Tengah itu.

"Saya pikir penolakan di Jateng itu ada urusannya dengan kampanye sepertinya itu, dan itu enggak boleh," kata Johnny saat dihubungi wartawan, Kamis (14/2).


Politikus Nasdem itu turut menduga Prabowo tak berniat untuk beribadah di Masjid tersebut. Ia menilai Prabowo memiliki motif lain yang bernuansa politis sehingga pengurus Masjid Agung Semarang keberatan menerima Prabowo 

"Mungkin bukan untuk beribadah, barangkali untuk hal lain, dan undang-undang tak boleh memperbolehkan tempat ibadah untuk berkampanye dan itu jadi penolakan," kata dia.

Sebelumnya beredar pamflet di media sosial yang berisikan ajakan untuk masyarakat agar ikut salat Jumat bersama Prabowo Subianto di masjid tersebut. Pamflet itu berisikan kalimat 'Hadiri, Salat Jumat Bersama Prabowo Subianto, Jumat 15 Februari 2019 di Masjid  Kauman Semarang'.

Lebih lanjut, Johnny mengatakan tempat ibadah tak seharusnya dijadikan tempat untuk berkampanye di Pilpres 2019. 
TKN Duga Jumatan Prabowo di Masjid Kauman Bukan untuk IbadahMasjid Agung Kauman. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)

Sebab, Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu telah melarang kandidat berkampanye di tempat ibadah, sekolah dan fasilitas pemerintah.

"Undang-undang tak memperbolehkan, bukan hanya tempat ibadah, tapi sekolah tak boleh juga. Kalau ada calon yang pergi calon ke tempat ibadah ya ditolak," kata dia.

Tak hanya itu, Johnny turut menyinggung banyaknya Purnawirawan Jendral TNI dan Polri yang lebih mendukung Jokowi-Ma'ruf ketimbang Prabowo.

Ia menyatakan para jenderal itu khawatir terhadap kondisi bangsa apabila Indonesia dipimpin oleh pasangan Prabowo-Sandiaga.

"Karena ada kekhawatiran terkait arah bangsa, terkait pembangunan negara, terkait kesatuan negara, dan bisa saja penolakan prabowo itu ada kekhawatiran, itu," kata dia.

Sebelumnya Ketua Masjid Agung Semarang (Masjid Kauman), KH Hanief Ismail keberatan terkait dengan rencana calon presiden nomor Urut 02 Prabowo Subianto yang akan melaksanakan salat Jumat di masjid tersebut. Hanief menilai salat Jumat yang akan dilaksanakan Prabowo bermuatan politis karena ada upaya mobilisasi massa.

"Kami para nadlir atau takmir Masjid Kauman merasa keberatan dengan rencana Jumatan Prabowo. Tolong sampaikan ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) agar mengambil tindakan yang perlu sesuai aturan hukum," tutur Hanief, dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (14/2).

Sementara itu Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut tak ada yang bisa melarang capresnya melaksanakan salat Jumat di masjid mana pun.
TKN Duga Jumatan Prabowo di Masjid Kauman Bukan untuk IbadahCapres nomor urut 02 Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Dahnil mengatakan, Prabowo tak boleh dihalang-halangi untuk melaksanakan kewajibannya menjalankan salat Jumat sebagai seorang Muslim.

"Tidak ada yang bisa melarang dan menghalang-halangi Pak Prabowo sebagai seorang Muslim yang baik untuk salat di masjid," kata Dahnil kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Kamis (14/2).

Dahnil pun merasa janggal dengan munculnya larangan Prabowo menggelar salat Jumat di masjid Kauman, Semarang, Jawa Tengah. Padahal, kata dia, sebagai sesama Muslim tentu mafhum untuk mempersilakan siapa pun menggelar salat di mana saja.

"Janggal bila benar ada yang mau larang beliau salat di masjid," kata dia.  (rzr/sur)