Ini bukan pertama kali Tommy menjadi moderator debat antar kandidat di ajang Pemilu. Sebelumnya dia juga pernah terpilih menjadi moderator untuk debat Pilgub Jawa Tengah, berduet dengan presenter Putri Ayuningtyas, 2018 silam.
Sebagai jurnalis dan presenter, pria kelahiran Jerman, 41 tahun silam ini punya rekam jejak panjang di dunia pertelevisian. Ketertarikan Tommy pada dunia penyiaran berawal dari audisi pemilihan Video Jockey Hunt (VJ Hunt) mewakili Surabaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah sembilan tahun merajut karier di Metro TV, Tommy bergabung dengan Bloomberg TV Indonesia, stasiun televisi dengan tema siaran ekonomi dan referensi bisnis pada 2012. Namun Tommy hanya bertahan selama tiga tahun seiring tutupnya Bloomberg Indonesia TV.
Saat berada di bawah naungan RCTI, tepatnya pada 2016 silam, Tommy bersama Imam Priyono (TVRI), dan Prabu Revolusi (TRANS TV) masuk nominasi untuk kategori Presenter Berita Terbaik dalam ajang penghargaan insan pertelevisian yang diadakan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Tommy belum beruntung. Penghargaan itu diraih oleh rekan seprofesinya, Imam Priyono.
Pada 2017, Tommy Tjokro kembali masuk dalam nominasi tersebut. Kali ini dia keluar sebagai pemenang Anugerah KPI 2017 dalam kategori presenter berita, mewakili program berita Seputar Indonesia Siang di RCTI.
Dirikan Yayasan Dan Geluti Seni Peran
Selain dunia penyiaran, Tommy Tjokro menggeluti dunia seni peran. Pada 2011, Yayasan Pendidikan Soekarno Universitas Bung Karno (UBK) di bawah pimpinan Rachmawati Soekarnoputri menunjuk Tommy sebagai pemeran 'jenderal kumpeni' dalam drama musikal tentang Sukarno 'Dharma Gita Maha Guru'.
Tommy juga ikut berperan dalam film pendek 'Seeking Soulmate' pada 2016. Tak hanya itu, ia bahkan pernah memerankan (almarhum) Benyamin Sueb dalam panggung teater "Babe: Muka Kampung, Rejeki Kota" pada 2017.
Meski tertarik pada dunia seni peran, Tommy Tjokro mengaku tetap mengutamakan kariernya sebagai jurnalis.
Lihat juga:Jadwal Debat Capres Kedua di Pilpres 2019 |
Selain aktif dalam seni peran, Tommy juga menunjukan ketertarikannya dalam dunia pendidikan di bidang public speaking. Pada 2018, Tommy mendirikan sekolah public speaking bernama SEPIKUL. Dia sebagai co-founder dan CEO.
Sekolah yang didirikannya itu berfokus pada pelatihan untuk politikus, CEO perusahaan, dan pejabat yang akan berbicara di hadapan media. (sah/wis)