Tommy Tjokro, Moderator Debat Capres yang Geluti Seni Peran

CNN Indonesia | Sabtu, 16/02/2019 10:23 WIB
Tommy Tjokro, Moderator Debat Capres yang Geluti Seni Peran Tommy Tjokro menjadi moderator debat capres kedua pada 17 Februari 2019. (Screenshot via Instagram/@tomtjok)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jurnalis televisi Tommy Tjokro akan memandu jalannya debat capres kedua pada Minggu (17/2). Tommy akan didampingi oleh presenter INews TV Anisha Dasuki dalam debat yang mempertemukan calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo ini.

Ini bukan pertama kali Tommy menjadi moderator debat antar kandidat di ajang Pemilu. Sebelumnya dia juga pernah terpilih menjadi moderator untuk debat Pilgub Jawa Tengah, berduet dengan presenter Putri Ayuningtyas, 2018 silam.

Sebagai jurnalis dan presenter, pria kelahiran Jerman, 41 tahun silam ini punya rekam jejak panjang di dunia pertelevisian. Ketertarikan Tommy pada dunia penyiaran berawal dari audisi pemilihan Video Jockey Hunt (VJ Hunt) mewakili Surabaya.


Pria lulusan Queensland University of Technology (QUT), Brisbane, Australia ini mengawali karirnya di dunia pertelevisian bergabung dengan Metro TV sebagai reporter dalam program berita Metro Pagi, Metro Siang, dan Headline News. Selama di Metro TV namanya cukup dikenal luas hingga akhirnya dipercaya sebagai presenter sejumlah acara di Metro TV.


Setelah sembilan tahun merajut karier di Metro TV, Tommy bergabung dengan Bloomberg TV Indonesia, stasiun televisi dengan tema siaran ekonomi dan referensi bisnis pada 2012. Namun Tommy hanya bertahan selama tiga tahun seiring tutupnya Bloomberg Indonesia TV.

Akhirnya pada Agustus 2015 Tommy Tjokro bergabung dengan MNC World News. Selang sebulan, tepatnya 14 September 2015, dia beralih ke iNews yang juga merupakan bagian dari MNC. Tak sampai sebulan di iNews, Tommy Tjokro dipindahkan ke RCTI pada 2016 silam.

Saat berada di bawah naungan RCTI, tepatnya pada 2016 silam, Tommy bersama Imam Priyono (TVRI), dan Prabu Revolusi (TRANS TV) masuk nominasi untuk kategori Presenter Berita Terbaik dalam ajang penghargaan insan pertelevisian yang diadakan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Tommy belum beruntung. Penghargaan itu diraih oleh rekan seprofesinya, Imam Priyono.

Pada 2017, Tommy Tjokro kembali masuk dalam nominasi tersebut. Kali ini dia keluar sebagai pemenang Anugerah KPI 2017 dalam kategori presenter berita, mewakili program berita Seputar Indonesia Siang di RCTI.


Dirikan Yayasan Dan Geluti Seni Peran

Selain dunia penyiaran, Tommy Tjokro menggeluti dunia seni peran. Pada 2011, Yayasan Pendidikan Soekarno Universitas Bung Karno (UBK) di bawah pimpinan Rachmawati Soekarnoputri menunjuk Tommy sebagai pemeran 'jenderal kumpeni' dalam drama musikal tentang Sukarno 'Dharma Gita Maha Guru'.

Tommy juga ikut berperan dalam film pendek 'Seeking Soulmate' pada 2016. Tak hanya itu, ia bahkan pernah memerankan (almarhum) Benyamin Sueb dalam panggung teater "Babe: Muka Kampung, Rejeki Kota" pada 2017.

Meski tertarik pada dunia seni peran, Tommy Tjokro mengaku tetap mengutamakan kariernya sebagai jurnalis.


Selain aktif dalam seni peran, Tommy juga menunjukan ketertarikannya dalam dunia pendidikan di bidang public speaking. Pada 2018, Tommy mendirikan sekolah public speaking bernama SEPIKUL. Dia sebagai co-founder dan CEO.

Sekolah yang didirikannya itu berfokus pada pelatihan untuk politikus, CEO perusahaan, dan pejabat yang akan berbicara di hadapan media. (sah/wis)