Soal Bukalapak, Tim Jokowi Sebut Bukti Militansi Makin Kuat

bin, CNN Indonesia | Jumat, 15/02/2019 16:37 WIB
Soal Bukalapak, Tim Jokowi Sebut Bukti Militansi Makin Kuat Sekretaris TKN, Hasto Kristiyanto menyebut pendukung Jokowi semakin militan. Itu tecermin dari reaksi mereka terhadap Bukalapak. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menilai respons masyarakat terhadap situs jual beli online Bukalapak menandakan militansi pendukung Joko Widodo semakin kuat. Kendati demikian, Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengingatkan bahwa CEO Bukalapak Ahmad Zaky sudah meminta maaf.

"Dari apa yang terjadi juga menunjukkan bagaimana militansi pendukung Pak Jokowi semakin kuat, tidak hanya di darat, tapi juga di laut dan udara," kata Hasto dalam konferensi pers di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Jumat (15/2).

Sejak Kamis (14/2), sebagian netizen menggemakan tagar #UninstallBukalapak menyusul cuitan dari CEO Bukalapak Achmad Zaky.


Dalam akun twitternya, Zaky menyebut bahwa anggaran riset dan pengembangan industri 4.0 Indonesia sangat rendah ketimbang negara lain.

Dari data yang Zaky kutip, Indonesia hanya memiliki anggaran US$2 miliar atau peringkat 43 di dunia. Di akhir twit, Zaky menambahkan kata 'presiden baru' yang kemudian menyulut kritik dari banyak orang.
Soal Bukalapak, Tim Jokowi Sebut Bukti Militansi Makin KuatCuitan CEO Buka Lapak (Foto: screenshot Twitter)

Twit Zaky itu lantas mendapat kecaman dari pendukung petahana. Ia pun sudah menghapus kicauannya yang bermasalah itu dan meminta maaf.

"Memohon maaf atas kekhilafan dan atas segala kesalahpahaman yang timbul dan dengan tegas menyatakan bahwa cuitan tersebut tidak bermaksud untuk mendukung atau tidak mendukung suatu calon tertentu," kata Zaky melalui keterangan rilis yang diterima CNNIndonesia.com.

Hasto berkata data yang dikutip oleh Zaky dalam twitnya adalah data lama. Sebagai gantinya, Hasto mengklaim anggaran riset di era pemerintahan Jokowi selalu meningkat.

"Bahkan kami juga mendorong ke depan dibentuk badan riset berskala nasional," kata Hasto.

Selain itu Hasto juga mengingatkan bahwa Zaky sudah meminta maaf dan tidak perlu dipermasalahkan lagi.

"Kita ini bangsa timur, namanya orang sudah minta maaf dan klarifikasi," cetus Hasto. (bin/wis)