TKN Kerahkan Beberapa Kepala Daerah di Debat Kedua Capres

CNN Indonesia | Jumat, 15/02/2019 16:54 WIB
TKN Kerahkan Beberapa Kepala Daerah di Debat Kedua Capres Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris tim kampanye nasional (TKN) Jokowi Widodo - Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan pihaknya mengundang beberapa kepala daerah di debat capres ke dua yang akan diselenggarakan pada 17 Februari.

Tujuannya, para kepala daerah itu bisa memberikan testimoni mengenai kebijakan energi, pangan, dan infrastruktur. Ia pun mengklaim selama ini hubungan dengan kepala daerah sudah sangat sinergis.

"Dengan demikian beberapa kepala daerah juga kami hadirkan dalam debat tersebut," ujarnya di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat (15/2).


Hasto mengklaim banyaknya kepala daerah yang memberikan dukungan kepada paslon nomor urut 01 disebabkan oleh koordinasi intens yang dilakukan oleh Jokowi. Menurutnya, para kepala daerah juga mengakui kinerja pemerintahan Jokowi.

"Karena kepala daerah tersebut merasakan betul aspirasinya dilanjutkan dan diimplementasikan dengan baik oleh pemerintahan Pak Jokowi-Jusuf Kalla. Dan koordinasi dengan kepala daerah paling intens dilakukan oleh Pak Jokowi," kata Hasto.

Debat capres kedua yang akan digelar pada Minggu (17/2) mengangkat tema energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur.

Oleh karena itu, Hasto mengatakan dalam debat kedua, Jokowi akan menyampaikan gagasan yang lebih visioner berdasarkan prestasi dan kinerja Jokowi sendiri.

Ia mengatakan persiapan debat sudah dilakukan dengan baik. Ia juga mengatakan tema yang diangkat pada debat kali ini merupakan prioritas Jokowi selama menjabat sebagai presiden. Hal ini pun akan terus dilanjutkan untuk program Jokowi-Ma'ruf ke depan.

"Keseluruhan tema tema sentral untuk membangun kedaulatan ekonomi kita akan ditopang oleh pembangunan yg makin progresif terkait dengan sumber daya manusia. Yang jadi fokus sentral dari orientasi kebijakan Pak Jokowi ke depan," jelasnya.

[Gambas:Video CNN] (ani/arh)