Fahri Usul Debat Capres Tanpa Podium dan Tak Ada Sontekan

CNN Indonesia | Sabtu, 16/02/2019 18:37 WIB
Fahri Usul Debat Capres Tanpa Podium dan Tak Ada Sontekan Fahri Hamzah berharap Jokowi dan Prabowo tidak membawa sontekan saat debat Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengusulkan format debat publik kedua Pilpres 2019 tanpa mimbar. Dia berharap para calon presiden tidak membawa sontekan dalam memaparkan visi-misi dan program, maupun saat menjawab pertanyaan panelis.

"Usulnya debat besok tidak ada podium sehingga orang berdebat secara terbuka tanpa membawa teks," kata Fahri dikutip Antara di Jakarta, Sabtu (16/2).

Dia mengatakan saat debat besok, kedua kandidat harus dikonfrontasi terkait visi-misi dan program yang dipaparkan agar masyarakat tahu siapa kandidat yang memiliki ide dan gagasan.



Menurutnya, masyarakat Indonesia memerlukan capres yang independen dalam pemikiran. Karena itu, kata Fahri, seharusnya tidak perlu ada contekan dalam debat tersebut.

"Kita memerlukan capres yang independen, punya pikiran sendiri karena itu itu debat ini harus mengungkap siapa mereka sebenarnya," ujarnya.

Fahri pun berharap perdebatan dalam debat kedua nanti sebagai bagian koreksi dari pelaksanaan debat pertama yang cenderung monoton dan mekanistik.

Dia menilai debat yang monoton itu karena pertanyaan dibocorkan sejak awal dan jawabannya disusun oleh staf kandidat.


"Di debat pertama, pertanyaan diberi tahu sejak awal lalu jawaban disusun dengan alternatif yang ada oleh staf calon masing-masing kandidat. Karena itu tidak bisa dihindari dalam debat, para pendebat melihat contekan," katanya.

Debat kedua Pilpres 2019 hanya diikuti capres dengan mengangkat tema energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, dan infrastruktur.

Fahri Usul Debat Capres Tak Ada Podium dan Tanpa SontekanPasangan capres-cawapres, Prabowo-Sandi mengikuti debat capres pertama. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Debat itu akan dilaksanakan di Hotel Sultan, Jakarta pada Minggu (17/2) dan disiarkan langsung RCTI, GTV, MNC TV, dan iNews TV.

Dalam debat kedua tersebut, KPU membuat sesi eksploratif dengan menampilkan video berdurasi pendek terkait visi-misi masing-masing calon presiden.

Tujuannya untuk melihat kemampuan eksploratif kandidat untuk memahami sekaligus menjelaskan dan mencari solusi atas masalah.

"Segmen di debat kedua sama dengan debat pertama, namun di segmen keempat yaitu sesi pertanyaan dari panelis, ada video pendek masing-masing kandidat, kami menamakannya sesi eksploratif," kata komisioner KPU Wahyu Setiawan di Jakarta, Jumat (15/2).

Dia menjelaskan segmen satu pemaparan visi-misi, segmen kedua dan ketiga adalah pertanyaan panelis, segmen keempat adalah eksploratif, kelima inspiratif yaitu masing-masing kandidat bertanya pada kandidat lain.

Wahyu mengklaim format tersebut memungkinkan kandidat tampil rileks, original, dan lebih eksploratif menjelaskan secara rinci visi-misi serta program.
(Antara/pmg)