Tjahjo Tunggu Kasus Inkrah Sebelum Berhentikan Sekda Papua

CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 19:04 WIB
Tjahjo Tunggu Kasus Inkrah Sebelum Berhentikan Sekda Papua Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo belum berencana mencopot Hery Dosinaen dari jabatan Sekretaris Daerah Provinsi Papua meski sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tjahjo menyampaikan pihaknya masih menunggu proses hukum yang saat ini masih dalam penyidikan Polda Metro Jaya. Dalam arti, status hukum Hery masih di tahap awal, sementara pemecatan harus seiring dengan status inkrah atau berkekuatan hukum tetap.

"Kami menunggu dulu dong, pergantian kan kalau dia berkekuatan tetap," kata Tjahjo di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Jakarta, Selasa (19/2).


Politikus PDIP ini menambahkan, Kemendagri menyerahkan sepenuhnya ke Polda Metro Jaya terhadap proses hukum Hery tersebut. Tjahjo yakin kepolisian sudah memiliki bukti yang cukup sebelum menjerat Hery.

Tjahjo juga meminta Hery untuk kooperatif dan tidak menutupi satu hal pun dalam proses hukum tersebut.

"Sekda Papua dipanggil, silakan saja menjelaskan secara detail apa yang terjadi, bagaimana permasalahannya, dan sebagainya," ucap dia.

Sebelumnya, Sekda Papua Hery Dosinaen ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan penganiayaan pegawai KPK.

Kejadian penganiayaan bermula saat dua orang pegawai KPK mengambil foto di tengah aktivitas rapat antara Pemprov Papua dan anggota DPRD Papua. Kejadian berlangsung di Hotel Borobudur pada Sabtu (2/2).

KPK melaporkan penganiayaan pegawainya ke Polda Metro Jaya pada Minggu (3/2). Keesokan harinya, Pemprov Papua melaporkan balik pegawai KPK itu atas tuduhan pencemaran nama baik. (dhf/osc)