Bantah Prabowo, JK Sebut Unicorn Bantu Pemasukan ke Indonesia

CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 16:58 WIB
Bantah Prabowo, JK Sebut Unicorn Bantu Pemasukan ke Indonesia Wapres RI menyatakan selayaknya kerja sama bisnis, investor asing memberikan dana bagi para startup Indonesia sehingga membuka jutaan lapangan kerja. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) membantah pernyataan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang khawatir perkembangan perusahaan rintisan (startup) dengan valuasi di atas US$1 miliar atau unicorn akan mendorong aliran dana ke luar negeri. Menurut JK, keberadaan startup unicorn justru mendatangkan aliran dana ke dalam negeri.

"Terbalik itu. Unicorn dalam praktiknya mendatangkan modal asing. Kalau ada keuntungan tentu dibagi, biasa dalam bisnis. Jadi bukan keluar, justru masuk," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (19/2).

Masuknya aliran dana dari luar negeri itu, kata JK, menjadi modal untuk mengembangkan bisnis startup itu sendiri. Ia mencontohkan sejumlah startup unicorn di Indonesia yang mendapat pendanaan investor luar negeri seperti dari SoftBank Group hingga Alibaba.


"Ada dari SoftBank, Bukalapak ada dari Alibaba, macam-macamlah. Jadi justru uang itu masuk ke dalam negeri," katanya.


Selain itu, pendanaan tersebut juga dinilai berdampak positif bagi ribuan karyawan yang bekerja di startup.

"Itu berikan lapangan kerja jutaan orang, itu yang kita butuhkan. Dan kita bersyukur anak-anak muda kita yang kerjakan itu," ucap JK.

Unicorn merupakan istilah yang sangat familiar di dunia perusahaan rintisan atau startup. Istilah unicorn digunakan untuk mendeskripsikan perusahaan rintisan yang telah mengantongi valuasi lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp14 triliun (asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS).

Saat ini terdapat empat unicorn di Tanah Air, yakni Go-Jek, Bukalapak, Tokopedia, dan Traveloka. Salah satu di antaranya, Go-Jek diketahui telah meraih pendanaan dari sejumlah investor termasuk Sequoia India, Northstar Group, DST Global, NSI Ventures, Rakuten Ventures, dan Formation Group.

Pembahasan soal unicorn ini sebelumnya muncul dalam debat capres Minggu (17/2) malam. Prabowo saat itu mengaku khawatir perkembangan startup unicorn yang kian masif akan mendorong semakin besar aliran dana ke luar negeri.

"Kalau ada unicorn hebat, saya khawatir mempercepat nilai tambah kita dan uang-uang kita lari ke luar negeri. Silahkan Anda ketawa tapi ini masalah bangsa," ujar Prabowo dalam debat capres kedua kala itu.

(psp/kid)