Ribuan Rumah di Musi Rawas Utara Terendam Banjir

CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 20:56 WIB
Ribuan Rumah di Musi Rawas Utara Terendam Banjir Ribuan rumah warga di 8 desa yang berada di Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan terendam banjir sejak Senin (18/2). (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Palembang, CNN Indonesia -- Ribuan rumah warga di 8 desa yang berada di Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, terendam banjir sejak Senin (18/2). Para warga masih bertahan di rumah masing-masing karena enggan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Musi Rawas Utara Zulkifli mengatakan banjir merendam 1.802 rumah yang ditinggali oleh 2.572 kepala keluarga di delapan desa di Kecamatan Rawas Ilir.

"Sudah dua hari ini masih banjir, ketinggian bisa sampai 1,5 meter. Sampai saat ini belum ada warga yang pindah ke pengungsian meskipun kami mengimbau dari kemarin. Alasannya mereka tetap tinggal karena rumah mereka rumah panggung," ujar Zulkifli, Selasa (19/2).


Dirinya berujar banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi di kawasan hulu Sungai Rupit dan Sungai Rawas, serta banjir rob dari Sungai Musi.

Sebenarnya, kata dia, banjir sudah mulai merendam Kecamatan Karang Jaya pada Jumat (15/2). Namun, dampak banjir hanya terasa selama satu hari di kecamatan itu karena air langsung berpindah ke kecamatan lain yang memiliki dataran lebih rendah.

"Selain Karang Jaya, beberapa kecamatan yang sempat terendam banjir adalah Kecamatan Rupit dan Kecamatan Karang Dapo. Saat ini air akhirnya tiba ke bagian paling hilir yakni Kecamatan Rawas Ilir, ini sudah 2 hari belum ada tanda akan surut," imbuh Zulkifli.

Ia menyebut sekitar 64 desa yang ditinggali puluhan ribu warga di Kabupaten Muratara beresiko terdampak banjir karena berada di Daerah Aliran Sungai Rupit dan Sungai Rawas.

Risiko semakin besar karena kondisi sungai yang sudah mulai dangkal akibat sedimentasi. Sejak empat tahun terakhir, kedalaman sungai hanya sekitar 4-5 meter, padahal pada tahun-tahun sebelumnya kedalaman sungai bisa mencapai 10 meter.

Zulkifli pun menyebut normalisasi sungai sangat diperlukan untuk mengantisipasi banjir terulang kembali.

"Alih fungsi lahan di kawasan hulu juga menjadi penyebab banjir di kawasan hilir. Banyak perambahan hutan dan alih fungsi lahan dari hutan menjadi kelapa sawit terutama di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat membuat Kabupaten Musi Rawas Utara rentan terhadap banjir," tutupnya.

[Gambas:Video CNN] (idz/arh)