FOTO: Kelabu Jakarta di Puncak Musim Hujan

CNNIndonesia, Antara, CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 18:56 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- DKI Jakarta memasuki puncak musim hujan. Hujan turun hampir setiap hari. Warga yang tinggal di kawasan langganan banjir, mulai waspada.

DKI Jakarta memasuki musim hujan. Hujan hampir turun setiap hari di ibu kota. Tampak pengamen menurunkan ondel-ondel dari angkot saat hujan di Jakarta. BMKG memperkirakan puncak musim hujan terjadi pada Februari 2019. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)
Warga menyeberang menggunakan payung saat hujan di Jakarta, Selasa (5/2). Prakiraan puncak musim hujan pada Februari 2019 diiringi pertumbuhan bibit siklon tropis di Teluk Carpentaria dan sirkulasi siklonik di Kalimantan Barat. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)
Kolase foto pengendara motor mengenakan jas hujan saat berkendaraan melintasi guyuran hujan di Jakarta, Selasa (5/2). Bibit siklon tropis memberikan dampak pola angin baratan yang kuat dimulai dari wilayah perairan Kalimantan, Laut Jawa, Selat Makssar, hingga NTB. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)
Warga mencoba melindungi kepala dari tetesan air hujan di kawasan Jakarta Pusat. Pola angin baratan memicu berkumpulnya massa udara basah yang menyebabkan terbentuknya awan hujan di wilayah Indonesia. (CNN Indonesia/Harvey Darian)
Warga melintas menggunakan payung untuk melindungi diri dari hujan di kawasan bisnis Sudirman, Jakarta. Hujan yang hampir turun setiap hari membuat warga harus menyiapkan payung saat berpergian. (CNN Indonesia/Harvey Darian)
Bagi warga yang tinggal di kawasan langganan banjir, musim hujan berarti mereka harus siap-siap kebanjiran. Seorang warga Rawa Buaya, Jakarta Barat tampak melintasi genangan air yang tercipta saat hujan deras turun. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Saat hujan turun, warga juga waspada dan bersiap-siap mengungsi. Apalagi jika hujan tak kunjung reda yang bisa berakibat kediaman mereka tergenang. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jika air belum tinggi, warga masih bertahan di rumahnya. Pengungsian dilakukan saat air sudah masuk ke rumah apalagi dinilai sudah membahayakan. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)