Golkar soal 10 Caleg Eks Koruptor: Biar Rakyat yang Tentukan

CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 11:28 WIB
Golkar soal 10 Caleg Eks Koruptor: Biar Rakyat yang Tentukan Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menghormati keputusan KPU mengumumkan penambahan caleg eks napi koruptor. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) merilis 32 nama tambahan calon anggota legislatif (caleg) Pemilu 2019 yang merupakan mantan napi koruptor. Secara keseluruhan, Partai Hanura, Demokrat, dan Golkar jadi tiga parpol penyumbang caleg eks koruptor terbanyak.

Terkait dengan Partai Golkar, partai berlambang pohon beringin tersebut mencatat 10 kadernya sebagai eks napi koruptor. Dua nama yang dirilis Selasa (19/2), menambah jumlah daftar caleg eks napi koruptor yang sebelumnya sebanyak delapan orang.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menghormati keputusan KPU memutakhirkan daftar caleg eks napi korupsi. Dia memilih untuk membiarkan masyarakat yang menetukan pilihannya berdasarkan rekam jejak caleg yang bersangkutan.


"Kami menghormati keputusan KPU. Biarkan masyarakat yang nanti menentukan pilihannya," ujar Ace lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, melalui aplikasi WhatsApp, Rabu (20/2)


Ace menegaskan, mekanisme yang diberlakukan internal partai, kata dia, tiap tingkatan partai memiliki kewenangan dalam pengusulan calon legistlatif ke KPU/ KPUD. Ace mengingatkan, tidak ada caleg eks napi koruptor yang diusulkan oleh DPP Partai Golkar ke DPR RI.

"Jika melihat caleg DPR RI, dari Partai Golkar tidak ada caleg eks napi koruptor," kata Ace sembari menegaskan wewenang dari Golkar di daerah tidak menyalahi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Diketahui KPU sudah mengumumkan 81 caleg mantan koruptor. Partai Golkar termasuk penyumbang caleg eks napi korupsi terbanyak di antara Hanura dan Demokrat. 


Golkar soal 10 Caleg Eks Koruptor: Biar Rakyat yang TentukanFoto: CNN Indonesia/Fajrian

Seperti diketahui, dari rilis yang kemarin diungkap KPU, Partai Hanura dan Demokrat jadi partai dengan penambahan caleg mantan koruptor terbanyak dengan masing-masing 6 orang. Hanura pun jadi partai dengan caleg mantan koruptor terbanyak saat ini dengan 11 orang, menggantikan Partai Golkar yang semula delapan orang.

Dengan tambahan daftar 32 nama terbaru ini, tiga besar parpol penyumbang caleg eks napi korupsi adalah Partai Hanura (11 orang), Partai Demokrat (10 orang), Partai Golkar (10 orang).

[Gambas:Video CNN]



(sas/ain)