Gerindra: Untung Lahan Prabowo Modal Kampanye Jokowi di DKI

CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 14:45 WIB
Gerindra menyatakan keuntungan finansial lahan milik Prabowo di Aceh Tengah dan Kalimantan Timur sempat biayai kampanye Jokowi di Pilgub DKI Jakarta 2012 lalu. Gerindra menyatakan keuntungan finansial lahan milik Prabowo di Aceh Tengah dan Kalimantan Timur sempat biayai kampanye Jokowi di Pilgub DKI Jakarta 2012 lalu. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo menyayangkan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyerang sisi personal Prabowo Subianto soal kepemilikan lahan di Aceh Tengah dan Kalimantan Timur dalam debat capres putaran kedua lalu.

Ia menyatakan keuntungan finansial dari pengelolaan lahan milik Prabowo itu pernah digunakan sebagai biaya modal kampanye Jokowi di Pilgub 2012 lalu.

"Yang perlu diketahui bersama, salah satu keuntungan usaha kelola lahan tersebut adalah untuk membiayai kampanye Pak Jokowi saat Pilgub DKI tahun 2012 lalu yang jumlahnya sangat besar," kata Edy dalam keterangannya, Rabu (20/2).



Jokowi pernah maju berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Pilgub DKI 2012 silam. Kala itu, Jokowi-Ahok didukung oleh koalisi PDIP dan Gerindra.

Edhy menyatakan lahan yang dikelola Prabowo itu memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar. Sebab, pengelolaan itu banyak menyerap warga lokal untuk bekerja dan memiliki kontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

"Dari usaha kelola lahan tersebut, banyak warga yang dipekerjakan, banyak anak-anak yang disekolahkan, banyak kontribusi untuk lingkungan sekitar," kata dia.

Disisi lain, Edhy menjelaskan bahwa lahan yang digunakan oleh Prabowo itu adalah milik negara dan bisa diambil kapan saja.


Prabowo, kata dia, mengelola lahan tersebut semata-mata hanya untuk melindungi lahan Indonesia agar tidak melulu dikuasai oleh pihak asing.

"Karena Beliau tak ingin lahan luas tersebut dikelola oleh pihak asing. Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla, sangat mengerti sejarah pengorbanan Pak Prabowo ini," kata dia.

Edhy turut menyayangkan Jokowi menyerang sisi personal Prabowo saat debat berlangsung.


Tak hanya sekali, Edhy pun mencatat pada debat putaran pertama lalu, Jokowi turut menyerang Prabowo dengan isu pencalegan eks narapidana korupsi di Partai Gerindra.

Melihat hal itu, Edhy merasa Mantan Walikota Solo itu seolah-olah lupa bahwa Partai Gerindra pernah ikut andil membesarkan nama Joko Widodo saat Pilgub DKI Jakarta 2012 lalu.

"Beliau seperti lupa dengan sejarah bahwa Pak Prabowo dan Partai Gerindra adalah bagian yang pernah membesarkan namanya hingga bisa besar seperti sekarang ini. Kami tak menyangka Pak Jokowi bisa sampai hati menyerang sisi pribadi," kata dia.

Juru Bicara TKN Jokowi, Ace Hasan Syadzily menyesalkan klaim Edhy soal bantuan biaya Prabowo untuk kampanye Jokowi di Pilgub DKI. Dia meminta agar Gerindra tak lagi mengungkit masa lalu.

"Semua orang tahu bahwa yang berkontribusi terhadap kemenangan Jokowi-Ahok waktu itu bukan hanya Gerindra saja," ujar Ace.

Menurut Ace, klaim dari Edhy tersebut sebenarnya sudah dibantah langsung oleh Prabowo dan terpublikasi di situs resmi Gerindra bahwa dia tidak memberikan kucuran dana untuk Pilgub DKI waktu itu.

"Jangan berkomentar kemana-mana. Tak elok mengungkit masa lalu yang justru dibantah sendiri oleh Pak Prabowo," ujar Ace. (rzr/DAL)