TKN: Kampanye Jokowi-Ahok di DKI Banyak Untungkan Prabowo

CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 19:30 WIB
TKN: Kampanye Jokowi-Ahok di DKI Banyak Untungkan Prabowo TKN Jokowi menyebut biaya kampanye Pilgub DKI 2012 banyak bermanfaat untuk Prabowo. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Kampanye Nasional TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Eva Kusuma Sundari menyebut Prabowo Subianto turut memiliki kepentingan politik dengan cara menunggangi kampanye Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam Pilgub DKI Jakarta 2012 lalu.

Hal itu disampaikan Eva untuk merespons Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo yang menyatakan keuntungan finansial dari pengelolaan lahan milik Prabowo itu pernah digunakan sebagai biaya modal kampanye Jokowi-Ahok di Pilgub DKI 2012 lalu.

Eva mengatakan bahwa isi kampanye-kampanye Jokowi-Ahok, termasuk lewat iklan, kala itu turut mengampanyekan citra diri Prabowo guna memanfaatkan momentum politik Pilgub DKI 2012.


"Kan ada analisa konten, bahwa isi kampanye Jokowi-Ahok, banyak mengkampenyakan Pak Prabowo Subianto juga. Jadi penerima manfaat balik ke Prabowo juga," kata Eva saat dihubungi, Rabu (20/2).

Lebih lanjut, Eva menyatakan dana kampanye Jokowi-Ahok saat itu merupakan kesepakatan antara PDIP dan Gerindra sebagai parpol pengusung.

Ia menyatakan dana kampanye kala itu sebagian besar habis untuk membiayai iklan citra diri Prabowo sendiri.

"Soal biaya kampanye Pilkada 2012 kan kesepakatan, lagian kan habis untuk biaya iklan tentang Pak Prabowo sendiri zaman itu. Jadi penerima manfaat terbesar ya Pak Prabowo," kata dia.

Selain itu, Eva juga melihat bantahan timses Prabowo-Sandiaga mengenai lahan HGU yang dimiliki Prabowo saat ini sudah tak bermakna.

Sebabnya, kata dia, Prabowo telah memiliki lahan yang sangat luas yang menyebabkan indeks gini ratio penguasaan tanah di Indonesia tak adil bagi masyarakat. Padahal Prabowo selalu menegaskan keresahannya terhadap kesenjangan di Indonesia, salah satunya soal penguasaan lahan. Prabowo selalu menyebut hanya 1 persen saja orang Indonesia yang menguasai lahan.

"Pak Prabowo nggak legitimate menyoal lagi, karena dia bagian dari persoalan. Jadi bagusnya malah mendukung kebijakan land reform Pak Jokowi, bukan malah lempar batu sembunyi tangan padahal batu yang lain masih di tangan," kata dia (rzr/osc)