Jokowi saat Salah Kostum: Sekali-kali Boleh Kan Lebih Ganteng

CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 17:26 WIB
Jokowi saat Salah Kostum: Sekali-kali Boleh Kan Lebih Ganteng Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo langsung bergegas meninggalkan Istana Negara, Jakarta, usai melantik Gubernur Riau Syamsuar dan Wakil Gubernur Edy Natar Nasution, Rabu (20/2) pagi.

Jokowi berangkat menuju ke agenda selanjutnya di Hotel Grand Sahid Jaya sekitar pukul 10.00 WIB.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu diundang untuk menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Tahap I Tahun 2019, antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan 500 pondok pesantren.


Jokowi tiba di lokasi acara sekitar pukul 10.20 WIB. Ia langsung menuju lokasi acara yang berlangsung di Puri Agung Hotel Grand Sahid Jaya.

Di lokasi acara telah hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, hingga mantan Menteri Ketenagakerjaan Erman Soeparno dan Muhaimin Iskandar.
Selain itu hadir 1.500 dari perwakilan dari 500 pondok pesantren yang menandatangani kerjasama BLK dengan Kemenakertrans.

Selepas Hanif Dhakiri menyampaikan laporan, Jokowi langsung dipersilakan memberikan sambutan.

Jokowi tak langsung menyampaikan soal pembangunan BLK di pesantren yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahnnya. Di awal sambutannya, Jokowi justru meminta maaf lantaran salah menggunakan pakaian.

Calon presiden petahana itu mengaku tak sempat mengganti pakaiannya usai melantik gubernur dan wakil gubernur Riau. Jokowi masih memakai pakaian yang sama ketika melantik Syamsuar-Edy Natar Nasution.

Jokowi tampak mengenakan kemeja putih berbalut jas hitam dengan dasi merah, serta celana bahan berwarna hitam, lengkap dengan peci hitam di kepala.

"Mohon maaf saya agak salah kostum, karena tidak sempat tadi ganti baju. Tadi setengah sepuluh melantik Gubernur Riau, setelah pelantikan waktunya enggak nutuk (keburu). Langsung loncat ke mobil, ngebut ke sini," kata Jokowi.

Mantan wali kota Solo itu meminta kepada hadirin untuk tak berpikir yang lain karena salah menggunakan pakaian untuk hadir ke acara yang didominasi santri dan kiai.

"Jadi nanti jangan ada yang berpikir, Pak Jokowi biasanya pakai baju putih, pakai sarung, ini kok pakai jas. Ya agak ganteng dikit," ujar Jokowi sambil tersenyum yang disambut tawa hadirin.
Guyon Jokowi saat Salah Kostum: Sekali-Kali Lebih GantengPresiden Joko Widodo saat rakornas aparatur pemerintahan. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Usai membuka sambutan dengan guyon soal salah pakaian, Jokowi langsung menyampaikan target pemerintah untuk membangun BLK di pondok pesantren. Menurut Jokowi, pemerintah ingin membangun 1.000 BLK di pondok pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain itu, calon presiden petahana itu menyatakan dirinya berencana membangun 3.000 BLK pada tahun depan. Balai latihan para santri itu diharapkan mampu menjawab kebutuhan angkatan kerja yang terus meningkat setiap tahunnya. Jokowi memberikan sambutan sekitar 10 menit.

Jokowi langsung bergerak menuju ke acara selanjutnya, yakni Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2019, di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Rabu (20/2). Di acara tersebut Jokowi juga memberikan pengarahan.
Mengawali sambutannya, Jokowi lagi-lagi menyampaikan dirinya belum sempat mengganti pakaian usai melantik gubernur dan wakil gubernur Riau. Ia mengaku usai melantik langsung bergegas menuju Hotel Grand Sahid Jaya.

"Selamat siang, saya tadi baru saja melantik setengah sepuluh, gubernur dan wakil gubernur Riau, enggak sempat ganti pakaian. Karena harus lari lagi ke hotel Sahid untuk membagi yang namanya BLK komunitas. Di sana belum rampung, di sini sudah kumpul," kata Jokowi.

"Jadi belum sempat ganti baju. Pasti ada yang mikir Pak Jokowi biasanya pakai putih, ini pakai jas," ujarnya melanjutkan disambut riuh kepala desa yang hadir.

Meskipun demikian, Jokowi mengaku sekali-kali menggunakan jas saat menghadiri acara di luar Istana. Sambil berseloroh, mantan gubernur DKI Jakarta itu merasa lebih tampan menggunakan jas.

"Tapi sekali-kali boleh kan lebih ganteng, lebih ganteng dikit boleh kan. Tadi di sana (Hotel Grand Sahid Jaya), kiai-kiai (bilang), Pak Bapak kalau pakai jas, ganteng dikit, tapi dikit," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (ugo/ugo)