Jokowi Beri Pembekalan Tertutup 700 Saksi Pilpres 2019

CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 20:18 WIB
Jokowi Beri Pembekalan Tertutup 700 Saksi Pilpres 2019 Capres 01 Joko Widodo. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor 01 Joko Widodo (Jokowi) memberikan pembekalan tertutup kepada para saksi yang ditugaskan untuk mengawal Pilpres 2019, di Hotel El Royale, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (20/2).

Kedatangan Jokowi langsung disambut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Mantan wali kota Solo itu tak memberikan keterangan kepada awak media yang menunggu di lobi hotel.

Pembekalan yang diberikan Jokowi kepada para saksi berlangsung tertutup dan tak boleh diliput awak media. Para wartawan yang sempat menunggu di ballroom Hotel El Royale di lantai 3 diminta turun kembali untuk menunggu di lobi oleh panitia.


Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Lukman Edy menyampaikan pelatihan tersebut dihadiri oleh 700 orang saksi dari 80 daerah pemilihan. Perwakilan partai politik dan komunitas juga hadir dalam kesempatan tersebut.

"Bapak Jokowi bersedia memberikan arahan dan pembekalan langsung nanti malam pukul 19.00 WIB. Bahkan beliau menyatakan meminta forum tertutup, artinya ada kiat-kiat khusus yang akan disampaikan kepada kami semua," ujar Lukman .

Lukman menyampaikan pelatihan tidak hanya dilakukan sekali. Ia mengklaim para saksi yang sudah mendapat pembekalan juga diminta untuk menyalurkan hasil pelatihannya kepada para saksi lain di dapilnya masing-masing.

Para saksi yang dikerahkan pada saat pencoblosan Pilpres 2019 sebanyak 2 juta saksi atau dua orang saksi setiap TPS. "Kami juga mempersiapkan sepuluh ribu advokat untuk mengawal kecurangan," kata Lukman.

Sementara itu Ketua TKN Erick Thohir berharap pengarahan dan pelatihan tersebut dapat membuat para saksi memiliki visi dan militansi yang sama dengan tim kampanye.

"Saya mengharapkan bahwa saksi-saksi yang kami training hari ini, kami ingin pastikan mempunyai visi, semangat, dan militansi yang sama," ujar Erick usai memberi pengarahan kepada para saksi.

Erick menjelaskan ketiga hal itu diperlukan untuk mengawal keunggulan Jokowi-Ma'ruf dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang saat ini masih sekitar 20 persen.


(jps/wis)