Klaim Gerakan Ibu-Ibu Adem, Relawan Pertiwi Cegah Golput

CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 23:00 WIB
Klaim Gerakan Ibu-Ibu Adem, Relawan Pertiwi Cegah Golput Organisasi relawan Perempuan Tangguh Pilih Jokowi-Amin (Pertiwi) mengajak masyarakat untuk berkampanye secara damai. (CNN Indonesia/Aini Putri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi relawan Perempuan Tangguh Pilih Jokowi-Amin (Pertiwi) mengajak masyarakat untuk berkampanye secara damai dan tak memicu perpecahan. Mereka juga mengklaim sebagai 'gerakan ibu-ibu yang adem'.

Aksi itu sendiri dilakukan dengan pembagian bunga kepada para pengguna jalan di sekitar Senayan City dan Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/2).

Kampanye ini, kata Ketua Pertiwi, Putri Kusumawardania, bertujuan untuk menguras kebencian di dalam masyarakat yang semakin terpolarisasi sepanjang masa kampanye untuk pilpres 2019 ini.


Dalam kegiatan tersebut lebih dari 100 anggota Pertiwi berkumpul di Mal Senayan City. Setelah berkumpul, mereka turun ke jalanan mengenakan pakaian putih dan selendang merah sambil memegang papan bertuliskan kampanye damai dan membagi bunga mawar ke sejumlah pengguna jalanan.

Putri mengatakan kampanye damai seperti ini sangat penting. Ia juga menyampaikan pihaknya telah berdiskusi dengan pendukung paslon nomor urut 02 untuk sepakat berkampanye secara damai.

Peserta aksi damai relawan Pertiwi.Peserta aksi damai relawan Pertiwi. (CNN Indonesia/Aini Putri)
"Dari situ kami merasa kampanye damai itu sangat penting untuk mengganti ruang-ruang yang diisi kebencian," ujar Putri di Senayan City, Jakarta, Rabu (20/2).

Sebelumnya Putri mengatakan Pertiwi telah melakukan hal yang sama pada Rabu(20/2)lalu di kawasan Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan. Namun pada kesempatan itu, lanjutnya,pendukung paslon 02 berkesempatan untuk hadir. Meskipun demikian, pada kampanye damai kali ini, pendukung paslon 02 berhalangan hadir.

Sementara itu, Juru Bicara Pertiwi, Sjully Darsono mengatakan dirinya ingin menyampaikan kepada masyarakat soal perbedaan pendapat. Menurutnya, sejumlah anggota Pertiwi kerap bertengkar dengan kerabat ataupun sahabatnya karena perbedaan pilihan tersebut.

Ia pun berharap dengan adanya gerakan seperti ini, khususnya kelompok perempuan dan millenial bisa menghargai perbedaan.

"Ingin memasyarakatkan bahwa perbedaan pendapat adalah sesuatu yang biasa. [Kami] mensosialisasikan pada masyarakat khususnya perempuan dan kaum millenial," kata Sjully.

"Kita ingin gerakan ibu-ibu yang adem," ujarnya.

Sebelumnya, aksi yang melibatkan kaum ibu dilakukan oleh Barisan Emak-emak Militan (BEM) yang menuntut Presiden Joko Widodo mundur dari jabatannya, di kantor KPU, September 2018.Sebelumnya, aksi yang melibatkan kaum ibu dilakukan oleh Barisan Emak-emak Militan (BEM) yang menuntut Presiden Joko Widodo mundur dari jabatannya, di kantor KPU, September 2018. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)
Selain mengurangi hal-hal negatif diantara pendukung kedua paslon, Sjully mengatakan kampanye damai ini juga bertujuan mengajak lebih banyak warga negara untuk menggunakan hak pilihnya dan tidak golput.

Menurutnya, dengan banyaknya dinamika yang terjadi seperti berita bohong atau hoaks dan ujaran kebencian,hal ini akan mempengaruhi masyarakat khususnya pemilih muda yang belum menentukan pilihan (undecided voters).

"Kalau kita lihat lini masa di media sosial, setiap hari terjadi saling ejek, saling nyinyir, hingga saling lontar kebencian dan tebar hoaks," kata Sjully.

"Ada kecenderungan peningkatan jumlah golput. Ini sangat disayangkan," imbuhnya.

Kampanye yang disebut #RabuBerSATU ini akan berlangsung setiap hari Rabu dan akan menggaet relawan Jokowi-Amin lainnya. Untuk agenda mingguan tersebut, Pertiwi akan menyelenggerakannya di berbagai pusat perbelanjaan.

Humas Pertiwi Catharina Widyasrini mengatakan kampanye yang didukung 3.000 relawan di 20 kota besar ini akan terus berlanjut hingga minggu tenang baik melalui kegiatan seperti bagi-bagi bunga di jalanan dan pusat perbelanjaan maupun melalui media sosial.

[Gambas:Video CNN] (ani/arh)