Zulhas Sebut Pernyataan JK soal Lahan Tak Bela Prabowo

CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 20:47 WIB
Zulhas Sebut Pernyataan JK soal Lahan Tak Bela Prabowo Ketum PAN Zulkifli Hasan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menilai pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terkait penguasaan lahan oleh perusahaan milik Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto tidak bermaksud untuk membela siapapun, termasuk Prabowo.

Menurut Zulkifli, JK hanya bersikap objektif tanpa bermaksud membela Prabowo terkait lahan di wilayah Kalimantan itu.

"Pak JK itu kan bukan bela siapa-siapa, menyampaikan apa adanya. Pak JK dari dulu orang baik, apa yang dia tahu ya ngomong saja. Pak JK negarawan orangnya, apa yang dianggap benar dia ngomong saja bukan bela siapa-siapa," kata Zulkifli di Jakarta Selatan, Rabu (20/2).


Ia mengatakan pernyataan yang bersifat objektif seperti yang dilontarkan JK ini sangat diperlukan. Pasalnya, saat ini banyak muncul pertanyaan terkait lahan tersebut.
Zulkifli meminta agar tidak hanya penguasaan lahan oleh Prabowo saja yang dipertanyakan. Tetapi juga, penguasaan lahan oleh perusahaan dan perseorangan lain juga harus diungkap.

"Banyak pertanyaan pak Prabowo itu patriot, nasionalis mengurus lahan dan dia membeli 200 ribu, kan banyak yang lebih banyak dari itu. Kenapa tidak dipertanyakan oleh yang lain lain?" kata Zulkifli.

"Kan ada pernyataan Pak Pabowo, kalau negara memerlukan silakan. Bagus tuh kalau keluar keppres," ujar dia.

JK, sebelumnya mengatakan kepemilikan ribuan hektare lahan di Kalimantan oleh Prabowo Subianto telah sesuai aturan. Izin penggunaan lahan atas dasar Hak Guna Usaha (HGU) itu diteken JK saat masih menjabat sebagai wakil presiden pada tahun 2004.

"Pak Prabowo memang menguasai, tapi sesuai UU, sesuai aturan, apa yang salah? Kebetulan waktu itu saya yang kasih," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (19/2).
JK mengatakan, lahan itu awalnya berada di bawah pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) lantaran mengalami kredit macet di Bank Mandiri.

Prabowo kemudian mendatangi JK untuk membeli lahan tersebut. JK pun mengizinkan pembelian lahan itu namun dengan syarat pembayaran dilakukan secara tunai senilai US$ 150 juta.

Persoalan terkait penguasaan lahan ini mencuat di debat capres kedua Minggu (17/2). Saat itu Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo menyindir penguasaan lahan ratusan ribu hektar oleh Prabowo di sejumlah wilayah.
[Gambas:Video CNN] (sah/ugo)