Luhut Sindir Prabowo: Sesuaikan Omonganmu dengan Asetmu

CNN Indonesia | Kamis, 21/02/2019 16:09 WIB
Luhut Sindir Prabowo: Sesuaikan Omonganmu dengan Asetmu Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan bela Jokowi soal sindir lahan Prabowo. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan membela Joko Widodo (Jokowi) soal serangan isu kepemilikan ratusan ribu hektare lahan Prabowo Subianto di Debat Capres Kedua Pilpres 2019.

Luhut menyebut pernyataan Jokowi menyentil Prabowo agar berkaca sebelum bicara. Prabowo dinilai selalu mengkritik keadilan kepemilikan sumber daya alam.

"Itu kan bukan hal yang perlu dirahasiakan, tapi kalau kamu punya aset, ya kamu sesuaikan omongmu dengan asetmu. Jangan punya tanah berlebihan," ujar Luhut saat ditemui di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta, Kamis (21/2).


Luhut juga menjawab komentar miring dari Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hidayat Nur Wahid (HNW).


HNW meminta Jokowi membeberkan para elite di lingkaran politiknya yang juga menguasai lahan dalam jumlah sangat besar. Bahkan HNW menuding jumlah lahan kroni-kroni Jokowi lebih besar dari yang dimiliki Prabowo.

"Kan sekarang sudah ada one map policy, kan data publik, buka saja. Kamu bisa lihat juga tanah saya berapa, saya juga punya tanah," ujarnya.

Lebih lanjut, Luhut mengklaim Jokowi tidak pernah memberikan izin konsesi lahan beratus ribu hektare karena akan menimbulkan ketidakadilan.

"Saya pastikan selama Pak Joko Widodo tidak pernah mengeluarkan konsesi-konsesi yang beratus-ratus ribu hektare. Tidak ada dan tidak akan pernah terjadi," tegas Luhut.


Sebelumnya, Jokowi sempat menyinggung kepemilikan ratusan ribu hektare lahan oleh Prabowo di Aceh Tengah dan Kalimantan Timur.

Pernyataan Jokowi dilontarkan dalam Debat Capres Kedua Pilpres 2019. Sindiran itu dikeluarkan merespons kritik Prabowo terkait program pembagian sertifikat lahan yang populis dan tidak mengindahkan masa depan.

Perkataan Jokowi memicu pro kontra. Bahkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu dilaporkan dua kali ke Bawaslu RI. BPN pun memprotes keras ucapan Jokowi.

"Ini juga tidak mencerahkan karena beliau tidak berani membuka yang sangat amat berkali lipatnya yang dimiliki kroni-kroninya," kata Hidayat Nur Wahid di Jakarta, Selasa (19/7).

(dhf/DAL)