Polisi Periksa 5 Saksi Dalami Ledakan di Mall Taman Anggrek
CNN Indonesia
Jumat, 22 Feb 2019 00:33 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Polres Metro Jakarta Barat menyatakan telah memeriksa lima orang saksi untuk mendalami peristiwa ledakan pipa gas yang terjadi di food court Mal Taman Anggrek, Rabu (20/2) kemarin.
"Penyidik Polres Jakbar sudah periksa lima saksi, dari engineering, security sudah kita lakukan pemeriksaan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Kamis (21/2).
Untuk kepastian penyebab ledakan, kata Argo, pihaknya masih menunggu hasil dari Puslabfor Mabes Polri.
Sementara tujuh korban ledakan yang dirawat di rumah sakit, dua diantaranya sudah diperbolehkan pulang.
"Dua (orang) sudah rawat jalan, masih ada yang di rumah sakit juga," ujarnya.
Untuk diketahui, saat ini ada empat korban yang dirawat di RS Royal Taruma Jakarta Barat. Sedangkan satu korban lainnya dirujuk ke RS Sumber Waras.
Sebelumnya, polisi menyebut bahwa ledakan yang terjadi di area food court Mal Taman Anggrek pada Rabu (20/2) kemarin bukan berasal dari bom.
"Dari tim gegana sudah melaksanakan bahwa ini adalah ledakan mekanikal dimana tidak ditemukan bahan peledak di TKP. Artinya bukan bom," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengky Haryadi.
Hengki menjelaskan bahwa ledakan mekanikal terjadi karena masalah pada sistem tempat pipa di dapur Mal Taman Anggrek.
"Secara mekanikal artinya gas itu berkumpul di tempat yang minim dan disambar oleh blower dan bertemu percikan api akhirnya terjadi ledakan," tuturnya. (dis/osc) Add
as a preferred
source on Google
"Penyidik Polres Jakbar sudah periksa lima saksi, dari engineering, security sudah kita lakukan pemeriksaan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Kamis (21/2).
Untuk kepastian penyebab ledakan, kata Argo, pihaknya masih menunggu hasil dari Puslabfor Mabes Polri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Korban Ledakan Mal Taman Anggrek Bertambah |
"Dua (orang) sudah rawat jalan, masih ada yang di rumah sakit juga," ujarnya.
Sebelumnya, polisi menyebut bahwa ledakan yang terjadi di area food court Mal Taman Anggrek pada Rabu (20/2) kemarin bukan berasal dari bom.
"Dari tim gegana sudah melaksanakan bahwa ini adalah ledakan mekanikal dimana tidak ditemukan bahan peledak di TKP. Artinya bukan bom," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengky Haryadi.
"Secara mekanikal artinya gas itu berkumpul di tempat yang minim dan disambar oleh blower dan bertemu percikan api akhirnya terjadi ledakan," tuturnya. (dis/osc) Add
as a preferred source on Google