Jurkam Jokowi soal Massa Munajat 212: Lo Lagi, Lo Lagi

CNN Indonesia | Jumat, 22/02/2019 16:57 WIB
Jurkam Jokowi soal Massa Munajat 212: Lo Lagi, Lo Lagi Direktur Penggalangan Pemilih Muda TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Bahlil Lahadalia, menyebut massa Munajat 212 'lo lagi, lo lagi'. (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Penggalangan Pemilih Muda Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Bahlil Lahadalia, mengaku tak risau dengan efek acara Malam Munajat 212 terhadap potensi peningkatan elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu menanggapi dugaan ajakan mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga dalam acara Munajat 212 di Monas, Jakarta, Kamis (21/2).

Bahlil melihat peserta acara tersebut sama dengan peserta dalam acara-acara sebelumnya yang diisi oleh tokoh-tokoh dan massa pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.


"Yakinlah bahwa massanya itu-itu aja, lo lagi lo lagi, gitu lho kira-kira. Kami tidak terlalu risau dengan itu," ujar Bahlil di Posko Cemara, Jakarta, Jumat (22/2).

Meski tak khawatir, Bahlil mengaku heran munajat yang sejatinya berkaitan dengan agama dijadikan sebagai alat politik.

Tokoh-tokoh politik mengisi panggung di Munajat 212.Para ulama dan tokoh politik mengisi panggung di Munajat 212. (Foto: CNN Indonesia/Novitasari)
Lebih lanjut, Bahlil tidak sepakat dengan tudingan bahwa Jokowi tidak berpihak pada umat Islam. Jokowi, kata dia, justru sangat berpihak kepada umat Islam karena menjadikan Ma'ruf yang merupakan Ketua MUI sebagai cawapres.

"Kalau mau bilang bela Islam, justru Pak Kiai Ma'ruf ini yang mempunyai surat [sikap keagamaan MUI] untuk memasukkan saudara Ahok [ke penjara dalam kasus penistaan agama]," ucapnya.

"Jadi Pak Kiai Ma'ruf ini sudah top," Bahlil menambahkan.

Terpisah, mantan Ketum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 2013-2014 dan anggota Dewan Masjid Indonesia Arief Rosyid, yang mengklaim terlibat aktif dalam aksi 411 dan 212 bersama Bahlil, menyebut ada peningkatan kapasitas cawapres Jokowi.

Saat ini, wapres diduduki oleh Jusuf Kalla yang juga merupakan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI).

"Apalagi kalau Pak Jusuf Kalla sebagai Ketum Tim pengarah [TKN Jokowi-Ma'ruf]. Jadi pernyataan Pak JK di salah satu stasiun televisi itu menjelaskan bahwa sekarang ada peningkatan wapresnya Pak Jokowi," aku dia, di Posko Cemara, Jakarta.

Eks Ketua HMI dan anggota DMI Arief Rosyid Hasan.Eks Ketua HMI dan anggota DMI Arief Rosyid Hasan. (CNN Indonesia/Resty Armenia)
"Kalau dulu wapresnya 2004 sampai 2019 itu adalah Ketua DMI maka sekarang itu adalah InsyaAllah 2019-2024 adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia, lebih tinggi," ujar Arief.

Arif juga menyampaikan aksi 212 merupakan inisiatif MUI di bawah kepemimpinan Ma'ruf. Dari hal itu, ia mengklaim umat Islam memahami pemimpin yang berpihak pada umat.

"Tapi kita tentu tahu bersama massanya itu lagi itu lagi. Jadi kami tidak terlalu khawatir lah. Umat Islam tahu pemimpin yang berpihak dan saya kira sudah jelas juga yang wakilnya tadi dari Ketua DMI menjadi Ketua MUI," tutupnya.

(jps/arh)