KPU Akan Pangkas Penonton Debat Cawapres Hanya 450 Orang

CNN Indonesia | Selasa, 26/02/2019 23:35 WIB
Ketua KPU Arief Budiman mengatakan jumlah penonton akan dikurangi dari 600 menjadi 450 orang. Jatah undangan masing-masing kandidat dikurangi dari 140 orang. Suasana saat Debat Capres Kedua di Hotel Sultan, Jakarta, 17 Februari 2019. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana mengurangi jumlah penonton pada Debat Cawapres Pilpres 2019. Usul itu muncul usai dua kali rapat bersama tim sukses dua kandidat.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan jumlah penonton akan dikurangi dari 600 orang menjadi 450 orang.

"Kesimpulan sementara kami akan kurangi separuh dari yang kemarin itu, sekitar 75 orang tiap paslon. KPU tetap akan mengundang 300," kata Arief di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (26/2).


Arief menjelaskan jatah undangan masing-masing kandidat dikurangi dari 140 orang. Semula KPU hendak memangkasnya menjadi 50 orang per kandidat, tapi dua timses menyatakan keberatan.


Sementara jumlah undangan KPU tetap karena hendak menghadirkan elemen masyarakat sesuai tema debat.

"KPU punya kepentingan untuk menghadirkan publik ke dalam ruangan itu," ucapnya.

Arief menyebut KPU juga mengkaji kemungkinan tidak lagi mengundang menteri di debat berikutnya. Hal ini merespons permintaan kubu Prabowo menyusul kericuhan yang melibatkan beberapa menteri undangan seperti Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

"Catatan mereka supaya tidak menimbulkan masalah, katanya tidak diundang. Tapi nanti kita lihat evaluasi itu nanti kita yang menyimpulkan," ujar Arief.


Debat Cawapres Pilpres 2019 akan digelar di Hotel Sultan, Jakarta, pada 17 Maret 2019. Empat stasiun televisi ditunjuk sebagai penyelenggara, yaitu Trans 7, Trans TV, dan CNN Indonesia TV.

Debat akan mengusung tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya.

Pada debat capres kedua, keriuhan sempat terjadi di sela debat. Luhut mengatakan dirinya bangun dari bangku dan maju ke depan panggung untuk meminta agar tak ada keributan.


Luhut menyatakan tak terlibat adu mulut dalam suasana memanas usai calon presiden Jokowi menyindir kepemilikan lahan capres lawan, Prabowo Subianto.

"Enggak ada apa-apa, saya enggak ribut, baik-baik saja kok," kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (20/2).

[Gambas:Video CNN] (dhf/pmg)