Direktur Pemilih Muda TKN Bahlil Lahadalia mengklaim kebijakan itu bagian dari komitmen Jokowi untuk merealisasikan janjinya agar sumber daya manusia di Indonesia memiliki daya saing.
"Dia (Jokowi) berpikir program lima tahun ke depan itu bagaimana meningkatkan SDM agar bisa meningkatkan daya saing," ujar Bahlil di Posko Cemara, Jakarta, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain KIP Kuliah, Bahlil menyebut Kartu Pra-Kerja yang bakal diterbitkan Jokowi merupakan bukti negara hadir di tengah generasi muda yang hendak masuk ke dunia kerja. Kehadiran Kartu Pra-Kerja, kata dia, agar para pencari kerja lebih tenang dalam mencari pekerjaan.
"Mahasiswa yang selesai kuliah sebelum mendapat pekerjaan itu namanya (masa) transisi. Pemerintah harus hadir di situ agar tidak membuat generasi muda kita yang selesai kuliah tidak stres," ujarnya.
"Kalau dianggap baik, syukurilah. Itu berarti kebijakan pemimpin yang baik dan tepat. Maka jangan memilih pemimpin yang cuma omong saja tidak pernah mengakui keberhasilan yang benar, selalu membuat alasan-alasan," ujar Bahlil.
Sebelumnya, Jokowi menyatakan bakal menerbitkan tiga kartu baru jika terpilih menjadi presiden periode 2019-2024, yakni KIP Kuliah, Kartu Pra-Kerja, dan Kartu Sembako. Janji itu disampaikan dalam pidato kebangsaan di hadapan parpol koalisi dan relawan.
Sementara kartu KIP Kuliah akan membuat penerimanya mendapat biaya pendidikan yang bisa digunakan untuk studi di universitas dalam dan luar negeri. Terakhir, Kartu Sembako untuk memperkuat Program Keluarga Harapan (PKH) yang nantinya bisa digunakan untuk membeli sembako murah.
Selama menjabat, Jokowi telah membuat kebijakan sejenis, di antaranya Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Keluarga Sejahtera.