JK Minta Organisasi Remaja Masjid Tak Pakai Lambang Pedang

CNN Indonesia | Rabu, 27/02/2019 16:49 WIB
JK Minta Organisasi Remaja Masjid Tak Pakai Lambang Pedang Wapres Jusuf Kalla meminta Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) melepas simbol pedang di lencananya karena identik dengan Islam radikal. (TIM MEDIA WAPRES)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) melepas lambang pedang yang terpasang di lencana seragamnya.

Hal ini disampaikan JK saat membuka rakornas BKPRMI di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Rabu (27/2).

"Itu ada gambar pedang di atas, jangan dipakai lagi. Ini kita tidak ingin berpedang dengan siapa pun," ujar JK, yang juga menjabat Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu.


Dari seragam yang dikenakan anggota BKPRMI, terlihat lencana bergambar pedang bersilang dengan latar warna hijau terpasang di lengan sebelah kiri. Di atas gambar pedang itu tertulis 'Brigade BKPRMI'.

JK mengatakan lambang pedang itu identik dengan kelompok Islam radikal di kawasan Timur Tengah. Ia pun meminta agar lambang pedang itu diganti dengan gambar masjid.

Ilustrasi masjid.Ilustrasi masjid. (REUTERS/ Dinuka Liyanawatte)
"Jangan ikut-ikut di Timteng, dikit-dikit pedang. Kita di Indonesia ini Islam jalan tengah, tidak pakai pedang. Ganti saya bilang dengan bendera masjid saja," katanya.

Dia juga meminta agar anggota BKPRI tak menggunakan komando-komando dalam menjalankan gerakannya. JK mengatakan, sebagai organisasi remaja masjid, BKPRMI mestinya fokus mempelajari hubungan remaja dengan masjid.

"Pertama dengan ibadah, kedua sekarang ini kan zaman ilmu pengetahuan, bagaimana juga masjid digunakan untuk belajar, diskusi tentang teknologi, ekonomi, kemajuan bersama," ujarnya.

Kemudian, lanjut JK, fokus kegiatan olahraga di masjid seperti silat, karate, hingga judo. "Coba tanya apa kebutuhannya? Sehingga kita penuhi tapi jangan berlebihan," kata JK.

Ia mengaku sedikit kecewa dengan keterlibatan anggota BKPRMI yang hadir dalam acara rakornas. Sebab, anggota yang datang justru orang tua. Padahal, menurut JK, kategori remaja adalah mereka yang berusia 30-40 tahun.

"Remaja itu ada batasnya. Jangan berlebihan. Senang sekali kalau yang di sini hadir remaja, itu baru hebat," ucap JK. "Remaja itu anak saya, tapi banyak yang mungkin hampir sama tuanya dengan saya," ucapnya.

Di sisi lain, JK juga mengingatkan agar masjid tak dimanfaatkan untuk kegiatan politik dalam Pilpres 2019. Ia meyakini jamaah masjid akan terpecah jika digunakan untuk kepentingan politik.

"Karena pasti ada [jemaah] di pihak [pasangan calon] nomor 01, ada juga di nomor 02. Kalau kita kampanye nomor 01 atau 02 pasti pecah itu masjid, jamaah, nanti jamaah berseteru lagi," tutur JK.

[Gambas:Video CNN] (psp/arh)