Hal ini disampaikan JK saat membuka rakornas BKPRMI di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Rabu (27/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK mengatakan lambang pedang itu identik dengan kelompok Islam radikal di kawasan Timur Tengah. Ia pun meminta agar lambang pedang itu diganti dengan gambar masjid.
Ilustrasi masjid. (REUTERS/ Dinuka Liyanawatte) |
Dia juga meminta agar anggota BKPRI tak menggunakan komando-komando dalam menjalankan gerakannya. JK mengatakan, sebagai organisasi remaja masjid, BKPRMI mestinya fokus mempelajari hubungan remaja dengan masjid.
"Pertama dengan ibadah, kedua sekarang ini kan zaman ilmu pengetahuan, bagaimana juga masjid digunakan untuk belajar, diskusi tentang teknologi, ekonomi, kemajuan bersama," ujarnya.
Ia mengaku sedikit kecewa dengan keterlibatan anggota BKPRMI yang hadir dalam acara rakornas. Sebab, anggota yang datang justru orang tua. Padahal, menurut JK, kategori remaja adalah mereka yang berusia 30-40 tahun.
"Remaja itu ada batasnya. Jangan berlebihan. Senang sekali kalau yang di sini hadir remaja, itu baru hebat," ucap JK. "Remaja itu anak saya, tapi banyak yang mungkin hampir sama tuanya dengan saya," ucapnya.
"Karena pasti ada [jemaah] di pihak [pasangan calon] nomor 01, ada juga di nomor 02. Kalau kita kampanye nomor 01 atau 02 pasti pecah itu masjid, jamaah, nanti jamaah berseteru lagi," tutur JK.
[Gambas:Video CNN] (psp/arh)
Ilustrasi masjid. (