Alasan Ekonomi, Prabowo Sempat Tak Setuju Gelaran Asian Games

CNN Indonesia | Kamis, 28/02/2019 21:21 WIB
Alasan Ekonomi, Prabowo Sempat Tak Setuju Gelaran Asian Games Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku sempat tak setuju dengan gelaran Asian Games 2018 di Indonesia. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku sebagai salah satu pihak yang tak setuju penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia. Ia pun menyinggung soal pembangunan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan ekonomi negara.

"Saya termasuk yang kurang setuju dengan kita menyelenggarakan Asian Games," kata Prabowo di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (28/2).

Prabowo bahkan membandingkannya dengan Vietnam yang menurut dia menolak menyelenggarakan Asian Games. Kata Prabowo, Vietnam lebih memilih membangun fasilitas kesehatan, pendidikan, dan membangun ekonomi negara.


"Kawan kami Vietnam menolak. Ini giliran Vietnam karena dia mau fokus untuk ekonominya. Dia fokus untuk rumah sakit, untuk pertanian," kata Prabowo.

"Dan ingat orang Indonesia ini senang dengan hal-hal yang wah," ujarnya.

Meski begitu, Prabowo tetap mendukung pemerintah yang sudah memutuskan untuk tetap menggelar kompetisi olahraga terbesar se-Asia itu.

Apalagi, Prabowo yang merupakan Ketua Pembina Padepokan Pencak Silat memiliki anak asuh yang berprestasi. Terbukti, cabang olahraga pencak silat menyumbangkan sejumlah medali emas di Asian Games 2018.

"Tapi sudah keputusan saya dukung. Saya dulu pendukung pencak silat juga dan kita alhamdullilah menyumbang medali emas yang terbanyak untuk Asian Games," katanya.

Diketahui, Vietnam, yang menang dalam pencalonan tuan rumah Asian Games 2018 pada 2011, mengundurkan diri tiga tahun kemudian. Alasannya, anggaran penyelenggaraan pesta olahraga itu terlalu besar di tengah upaya pemulihan krisis ekonomi.

Indonesia kemudian mengambil alih posisi tuan rumah dan sukses menggelar ajang olahraga itu. Indonesia berada di peringkat keempat dengan 98 medali: 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Hasil ini menjadi pencapaian tertinggi Tim Merah Putih selama ikut serta di Asian Games.

Sebelumnya, Indonesia pernah menggelar Asian Games pertama kali pada masa pemerintahan Presiden Sukarno.

[Gambas:Video CNN] (tst/arh)