Razia EksLokalisasi, Polda Sumsel Sesalkan BNN Tak Koordinasi

CNN Indonesia | Senin, 04/03/2019 05:55 WIB
Razia EksLokalisasi, Polda Sumsel Sesalkan BNN Tak Koordinasi Ilustrasi. (Safir Makki).
Palembang, CNN Indonesia -- Penggerebekan eks-lokalisasi Kampung Baru di Jalan Teratai Putih, Sukarame, Palembang yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hingga menyebabkan satu korban terkena peluru nyasar tidak berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel.

Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara mengatakan BNN seharusnya memperhitungkan potensi risiko yang akan terjadi apabila melakukan razia atau penggerebekan. Terlebih hal itu dilakukan di lokasi rawan seperti eks-lokalisasi Kampung Baru yang diduga merupakan sarang peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.

"Saya mengharapkan kegiatan yang bersama begitu diinformasikan ke Polda. Saya sudah konfirmasi dengan Kepala BNN, apa masalahnya kalau di back up Polda Sumsel dengan kekuatan penuh," ujar Kapolda, Minggu (3/3).


Zulkarnain pun tak menampik jika eks-lokalisasi tersebut diduga sebagai kampung narkoba. Namun, menurutnya, pihak BNN semestinya mengambil tindakan pencegahan dan koordinasi sebelum razia itu dilakukan.


"Memang itu kan kampung narkoba, mestinya dengan kekuatan penuh, tapi itu hanya beberapa orang Pol PP dan BNN. Jadi kami menyayangkan. Niat BNN bagus dan berapi-api, tapi resiko juga harus dihitung," ujar dia.

Mengenai dugaan peluru nyasar yang mengenai seorang warga, Zulkarnain mengaku akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Kami belum menyimpulkan apakah peluru yang menembus anak itu dari peluru petugas BNN atau bukan. Namanya kampung narkoba mereka juga pasti punya senpi rakitan, kampung seperti itu tidak mungkin mulus-mulus saja. Nanti harus kita periksa, kalibernya apa, sekarang masih dilakukan penyelidikan," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Akbar Tanjung (17) mengalami luka tembak di dada sebelah saat adanya razia gabungan di eks lokalisasi Jalan Teratai Putih, Kecamatan Sukarame Palembang, Jumat (1/3). Akbar masih dirawat di RS Myria Palembang untuk operasi pengangkatan proyektil peluru.

(idz/lav)