Kemensos: 40 Ribu PSK Menghuni Lokalisasi Indonesia

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Kamis, 19/04/2018 11:44 WIB
Kemensos: 40 Ribu PSK Menghuni Lokalisasi Indonesia Ilustrasi WTS dari bekas lokalisasi. (Rudi Mulya).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan Indonesia merupakan negara dengan jumlah lokalisasi paling banyak di dunia. Bahkan, total ada 40 ribu pekerja seks komersial menghuni lokalisasi-lokalisasi tersebut.

Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kemensos Sonny Manalu mengatakan sejak tahun 2013, telah berdiri 168 lokalisasi di 24 provinsi dan 76 kabupaten/kota. Data tersebut dihimpun dari dinas sosial seluruh provinsi dan berbagai sumber.

"Ironisnya, Pak Menteri, dihimpun dari berbagai sumber di luar negeri, Indonesia adalah negara yang paling banyak lokalisasinya dengan jumlah wanita penghuni lokalisasi mencapai 40 ribu orang. Ini merupakan keprihatinan bersama," kata Sonny di hadapan Mensos Idrus Marham pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanganan Prostitusi dan Supporting Penutupan Lokalisasi di Jakarta, Kamis (19/4).


Karena itu, Sonny melanjutkan, sejak tahun 2013 mantan Mensos Salim Segaf Al Jufri menginisiasi gerakan pendekatan kemanusiaan untuk menutup lokalisasi di seluruh Indonesia dengan titik awal di Jawa Timur.

"Karena mulai di Jawa Timur, hari ini sudah 54 lokalisasi di sana semuanya sudah tutup. Tentu keberhasilan itu tak lepas dari prestasi dan kesuksesan Wali Kota Surabaya Tri Risma," kata Sonny.

Sejak 2013 hingga saat ini, pemerintah telah menutup 122 dari 168 lokalisasi yang antara lain tersebar di Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Maluku Utara.

Kemensos pun mengimbau semua pemerintah daerah (pemda) di Indonesia untuk aktif menutup lokalisasi di wilayahnya. Sonny menyebut sifat Kemensos hanya memberi dukungan.

"Sebagaimana disepakati bersama, pemda yang tutup lokalisasi, bukan Kemensos. Kami hanya memberi dukungan jika pemda sudah persiapan yang terukur, terencana, dan manusiawi," ujarnya

Sejak masa kepemimpinan Kementerian Sosial di tangan Salim Segaf Al Jufri (2009-2014), pria yang juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi itu menginstruksikan semua pemda menutup lokalisasi di wilayahnya.

Pemerintah pusat melalui Kemensos saat itu juga memulangkan para PSK ke tempat yang baru dan bukan merupakan daerah asal mereka.

Hal itu demi mencegah PSK kembali ke dunia prostitusi dengan pendampingan dan pembinaan usaha mandiri di tempat baru. (osc)