Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kemensos Sonny Manalu mengatakan sejak tahun 2013, telah berdiri 168 lokalisasi di 24 provinsi dan 76 kabupaten/kota. Data tersebut dihimpun dari dinas sosial seluruh provinsi dan berbagai sumber.
"Ironisnya, Pak Menteri, dihimpun dari berbagai sumber di luar negeri, Indonesia adalah negara yang paling banyak lokalisasinya dengan jumlah wanita penghuni lokalisasi mencapai 40 ribu orang. Ini merupakan keprihatinan bersama," kata Sonny di hadapan Mensos Idrus Marham pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanganan Prostitusi dan Supporting Penutupan Lokalisasi di Jakarta, Kamis (19/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena mulai di Jawa Timur, hari ini sudah 54 lokalisasi di sana semuanya sudah tutup. Tentu keberhasilan itu tak lepas dari prestasi dan kesuksesan Wali Kota Surabaya Tri Risma," kata Sonny.
"Sebagaimana disepakati bersama, pemda yang tutup lokalisasi, bukan Kemensos. Kami hanya memberi dukungan jika pemda sudah persiapan yang terukur, terencana, dan manusiawi," ujarnya
Sejak masa kepemimpinan Kementerian Sosial di tangan Salim Segaf Al Jufri (2009-2014), pria yang juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi itu menginstruksikan semua pemda menutup lokalisasi di wilayahnya.
Pemerintah pusat melalui Kemensos saat itu juga memulangkan para PSK ke tempat yang baru dan bukan merupakan daerah asal mereka.
Hal itu demi mencegah PSK kembali ke dunia prostitusi dengan pendampingan dan pembinaan usaha mandiri di tempat baru. (osc/gil)