Musnahkan 2,6 Ton Sabu, JK Ingatkan Bahaya Narkoba

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Jumat, 04/05/2018 16:44 WIB
Musnahkan 2,6 Ton Sabu, JK Ingatkan Bahaya Narkoba Wapres Jusuf Kalla meyakini lebih banyak pengedar narkotika yang masih berkeliaran dibandingkan pengedar yang berhasil ditangkap. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengingatkan bahaya narkotik yang terus mengintai generasi muda. Hal ini disampaikan JK saat melakukan pemusnahan 2,647 ton sabu yang berasal dari sitaan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bareskrim Polri di Monas, Jakarta, Jumat (4/5).

"Pertanyaannya, kenapa begitu banyak ditangkap dan berapa yang kira-kira lolos? Yang lolos masih lebih banyak, jauh lebih banyak dari yang ditangkap BNN dan kepolisian," ujar JK.

JK meyakini peredaran narkotik yang belum terpantau BNN maupun pihak kepolisian masih sangat tinggi. Ia pun meminta agar semua pihak menghindari dan mencegah peredaran narkotik.


"Kita tahu bagaimana bahayanya narkotik. Dengan melihat yang ditangkap 2,6 ton, yang lolos pasti lebih banyak, sehingga dibutuhkan kerja sama dari semua pihak," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNN Komisaris Jenderal Heru Winarko mengatakan hasil sitaan itu berasal dari kasus pengungkapan sabu di perairan Batam dan di perairan Pulau Anambas, Kepulauan Riau.

Dari pengungkapan sabu di perairan Batam, BNN menangkap empat orang berkewarganegaraan Taiwan yakni Chen Chung Nan, Chen Chin Tun, Huang Ching An, dan Hsieh Lai Fu.

"Jadi kami kirim agen di Myanmar dengan menangkap empat tersangka warga negara Taiwan," kata Heru.

Sementara itu, terkait pengungkapan di perairan Pulau Anambas dilakukan oleh Bareskrim Mabes Polri dan Ditjen Bea Cukai dengan empat orang tersangka berwarga negara China.

"Para tersangka diancam hukuman mati," ujar Heru.

Barang bukti sabu itu, lanjut Heru, merupakan hasil selundupan dari luar negeri. Ia mengatakan luasnya perbatasan di Indonesia membuat para pelaku mudah menyelundupkan barang haram tersebut.

"Kita banyak perbatasan baik laut maupun darat, di Kalimantan saja kurang lebih 1.000 kilometer perbatasan darat. Ini yang harus kita perhatikan, kita harus fokus benar, harus kerja sama dengan negara tetangga dan memperkuat perbatasan," tuturnya. (wis)