"Pengedar atau bandar memang membedakan segmen penggunanya. Artis, politisi, dan pejabat adalah mereka yang berduit, itu salah satu sasaran pasarnya mereka [bandar narkotika]," kata pengamat narkotika dari Universitas Borobudur Slamet Pribadi, kepada CNNIndonesia.com, Senin (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Slamet, yang juga merupakan purnawirawan polisi yang pernah menjabat Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) itu, mengatakan lokasi-lokasi tempat mengonsumsi narkotika itu lebih tertutup atau tidak sama seperti yang digunakan kalangan artis.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Sebelumnya, Andi Arief ditanggap pada Minggu (3/3) pada pukul 19.30 WIB di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat. Polisi tak menemukan narkotika dalam penangkapan itu. Namun, setelah dites urine Andi terbukti positif mengandung narkotika jenis sabu.
Ia menambah daftar nama politikus yang terjerat kasus penggunaan barang haram. Sebelumnya, ada eks Bupati Ogan Ilir sekaligus politikus Golkar Ahmad Wazir Noviadi Mawardi, anggota DPRD Tabanan I dari Fraksi Partai Golkar Nyoman Wirama Putra, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Batanghari M Hafiz, serta anggota DPRD Minahasa Selatan Roosmerry.
Sabu dan Seks
Lebih dari itu, Slamet mengatakan sabu merupakan jenis narkotika yang erat hubungannya dengan seks. Meskipun tidak mempengaruhi secara langsung, lanjutnya, kandungan dalam sabu dapat mempengaruhi hasrat orang untuk berhubungan seksual.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Namun demikian, polisi membantah soal kabar keberadaan wanita di dalam kamar hotel lokasi Andi Arief ditangkap. Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal berkata Andi ditangkap seorang diri.
"Ada kandungannya [sabu] yang bisa mempengaruhi [seks], tidak langsung [terkait] seks, tapi itu meningkatkan denyut nadi sehingga orang lebih melek terus tahan lama," kata Slamet.
[Gambas:Video CNN] (mts/arh)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian
Foto: CNN Indonesia/Fajrian