Sidang Dikawal Mulan Jameela, Ahmad Dhani Teriak 'Merdeka'

CNN Indonesia | Selasa, 05/03/2019 11:37 WIB
Sidang Dikawal Mulan Jameela, Ahmad Dhani Teriak 'Merdeka' Ahmad Dhani akan mendengar 7 saksi yang dihadirkan JPU dalam kasus ujaran kebencian di PN Surabaya. (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terdakwa kasus pencemaran nama baik lewat ujaran 'idiot' Ahmad Dhani Prasetyo, kembali menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi di Ruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dhani sendiri tiba di PN Surabaya pukul 10.30 WIB, dengan mengenakan kemeja putih dan blangkon sebagai penutup kepalanya.

"Merdeka! Merdeka! Merdeka!," kata pentolan band Dewa 19 tersebut usai turun dari mobil tahanan, Selasa (5/3).


Sementara itu, untuk pertama kalinya istri Dhani, Mulan Jameela ikut hadir. 

Tanpa mau berkomentar apapun, Mulan tampak duduk di kursi baris depan peserta sidang. Ia mengenakan hijab dan busana berwarna kuning, lengkap dengan kacamata hitamnya.


Sidang sendiri baru dimulai pukul 10.40 WIB, dengan menghadirkan empat orang saksi dari JPU, di antaranya yakni Rudi Rosadi (swasta), Suhadak (swasta), Reza Ardiyansyah Halid (manajer hotel), dan Rahmat Kariaean (security).

Salah satu anggota Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko mengatakan pihaknya telah memanggil orang 7 saksi.

"Yang kita panggil 7 saksi, cuma kita belum tahu yang hadir berapa," ujarnya saat ditemui di PN Surabaya, Selasa (5/3).


Winarko juga enggan membeberkan saksi-saksi yang bakal dihadirkan tersebut. Ia menyebut hal itu bakal diketahui saat sidang digelar nanti.

Ia mengatakan dalam sidang sebelumnya pihaknya juga memanggil 7 saksi, namun yang hadir hanya 4. Sementara dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebenarnya ada 16 saksi. Itu terdiri dari fakta atau saksi ahli.

"Total ada 16 saksi dalam BAP," kata dia.

Sidang Dikawal Mulan Jameela, Ahmad Dhani Teriak 'Merdeka'Mulan Jameela ikut kawal sidang Ahmad Dhani. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Di sisi lain, salah satu kuasa hukum Ahmad Dhani, Zahid menyebut dalam persidangan nanti rencananya akan ada pegawai Hotel Majapahit Surabaya, yang juga memberikan kesaksian.

"Ada pegawai hotel, yang mungkin saat itu tahu ada unjuk rasa, atau Mas Dhani mungkin membuat vlog," kata Zahid.


Sementara itu, dalam perkara pencemaran nama baik lewat ujaran 'idiot' ini Dhani didakwa dengan Pasal 45 Ayat 3 juncto Pasal 27 Ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang UU ITE.

Kasus ini bermula ketika Dhani membuat vlog yang bermuatan ucapan 'idiot' saat ia berencana menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, 26 Agustus 2018 silam.

Dhani kemudian dilaporkan oleh aktivis Koalisi Bela NKRI ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Pelapor merupakan salah satu elemen yang berdemo menolak deklarasi #2019GantiPresiden.

Kini pentolan band Dewa 19 itu tengah menjalani masa pemindahan penahanan sementara di Rutan Klas 1 Surabaya, Medaeng, Sidoarjo. Ia akan tetap mendekam di Rutan Medaeng tersebut, hingga perkara pencemaran nama baik lewat ujaran 'idiot' tuntas dipersidangkan. 

[Gambas:Video CNN] (frd/DAL)