Anies soal Banjir: Sensasi Tak Sebanding dengan Kondisinya

CNN Indonesia | Selasa, 05/03/2019 15:36 WIB
Anies soal Banjir: Sensasi Tak Sebanding dengan Kondisinya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai Pembicara pada kegiatan Visioning bagi Camat dan Lurah Lingkungan Pemprov DKI Jakarta di Balai Agung. Jakarta, Selasa, 5 Maret 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sensasi dampak genangan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta karena guyuran hujan sejak Selasa (5/3) dini hari tidak sesuai dengan kondisinya.

Ia mengatakan banjir tersebut tidak perlu diberi reaksi berlebihan. Ia pun meminta masyarakat melihat di mana saja titik banjir untuk mengetahui kondisinya.

"Tempatnya, jumlah, Anda lihat aja. Saya berharap teman-teman yang menulis jumlah RT-nya berapa, durasinya berapa lama, karena sensasinya enggak sebanding dengan kondisinya," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta, Selasa (5/3).


Diketahui hujan kali ini membuat sejumlah daerah, terutama Jakarta Barat dan Jakarta Utara tergenang banjir.

Berdasarkan info yang dihimpun dari dari situspetabencana, banjir menggenangi beberapa kawasan sepertiJelambar,Kedoya,Ancol, Pluit,Angke, danTomang, Taman Ratu Indah, dan perumahan Green Garden. Ketinggian tercatat beragam dari 20 cm hingga 40 cm.

Bahkan di Jalan Raya Pluit Raya, dekat Emporium Pluit Mall banjir menyebabkan banyak kendaraan berputar arah karena ketinggian yang tidak mungkin dilalui oleh kendaraan.

Sementara itu, menurut data dari situs Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, ketinggian air di dua pintu air pun terpantau mencapai status Siaga III atau Waspada, yakni pintu air Pos Angke Hulu dan Pasar Ikan.

Pintu air Pos Angke Hulu sudah mencapai status Waspada sejak pukul 04.00 WIB. Saat itu, ketinggian air mencapai 165 cm. Pada pukul 07.00 WIB, ketinggian bahkan mencapai 200 cm.

Kondisi di sekitar lokasi sudah hujan sejak pukul 01.00 hingga data terakhir diperabarui pada pukul 07.00 WIB.


Diketahui, status Waspada di pintu air ini diterapkan saat tinggi air mencapai 151-250 cm. Status Siaga II atau Kritis ada pada ketinggian 251-300 cm, dan Status Siaga I atau Bencana diterapkan saat tinggi air berada di atas 301 cm.

Banjir di Pintu Angke Hulu akan berdampak setidaknya ke kelurahan yang berada di sekitar aliran sungainya, yakni Rawa Buaya, Cengkareng Timur, Cengkareng Barat, Kembangan Utara, Kedoya Utara, Duri Kosambi, Kapuk, dan Kedung Kaliangke.

Selain pintu air Angke Hulu, BPBD Jakarta juga mendeteksi status Waspada di pintu air Pasar Ikan. Status ini bahkan sudah terjadi sejak pukul 01.00 WIB dengan ketinggian air 178 cm. Saat itu, kondisi sudah gerimis.

Hujan kemudian mengguyur lokasi sekitar pukul 02.00 WIB. Ketinggian air pun naik ke level 180 cm, hingga kemudian merangkak ke 197 cm pada pukul 07.00 WIB. Hujan pun masih mengguyur saat itu.

Status Waspada di pintu air ini berada pada kisaran 171-200 cm. Jika ketinggian air semakin naik, setidaknya tiga kecamatan di sekitar pintu air ini terancam banjir. Yakni, Penjaringan (Jakarta Utara), Pademangan (Jakarta Utara), dan Kalideres (Jakarta Barat).

Untuk sepuluh pintu air lainnya di DKI Jakarta, BPBD Jakarta mencatatnya masih dalam level aman atau Siaga IV.

(ani/ain)