LSI: Jokowi Unggul di Pemilih NU, Prabowo di Kalangan FPI

CNN Indonesia | Selasa, 05/03/2019 18:01 WIB
LSI: Jokowi Unggul di Pemilih NU, Prabowo di Kalangan FPI Survei LSI Denny JA menyebut Jokowi unggul dari Prabowo. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hasil survei LSI Denny JA menyebutkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih unggul dengan selisih dua digit dibandingkan Prabowo Subianto-Sandiaga uno, setelah enam bulan kampanye Pilpres 2019. Selisihnya pun tetap sekitar 20 persen.

Jokowi-Amin unggul di kalangan mayoritas pemilih Muslim moderat yang berorientasi Pancasila, umumnya berasal dari Nahdlatul Ulama (NU). Sementara Prabowo-Sandi unggul di pemilih Muslim konservatif yang berorientasi negara Timur Tengah, umumnya dari Front Pembela Islam (FPI).

"Jokowi-Amin unggul di kalangan mayoritas pemilih Muslim yang moderat (yang memilih berorientasi Pancasila dibanding berorientasi negara Timur Tengah, yang umumnya berasal dari NU). Prabowo-Sandi unggul di pemilih Muslim yang konservatif (yang berorientasi negara Timur Tengah, umumnya dari FPI)," kata Peneliti LSI Denny JA Ardian Sopa di Gedung Graha Dua Rajawali, Selasa (5/3).


Dukungan pemilih Muslim kepada Prabowo-Sandi meningkat di aneka segmen, namun menurun drastis di pemilih minoritas. Sementara dukungan pemilih Muslim kepada Jokowi-Amin menurun di aneka segmen, namun melonjak drastis di pemilih Minoritas.

Hasil survei menyebutkan, jika pilpres dilakukan hari ini, maka Jokowi-Ma'ruf akan menjadi pasangan presiden dan wakil presiden 2019-2024.


Jokowi-Ma'ruf mendapat dukungan sebanyak 58,7 persen. Jauh meninggalkan pasangan Prabowo-Sandi yang meraih dukungan sebanyak 30,9 persen. Sementara pemilih yang menyatakan rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab sebanyak 9,9 persen.

"Di pemilih Minoritas yang menilai ekonomi dalam keadaan baik, Jokowi Amin di dukung 87,2 persen. Di Pemilih Minoritas yang menilai ekonomi dalam keadaan baik, Jokowi- Amin didukung 50 persen," kata Ardian.

Dia mengatakan selisih kemenangan Jokowi-Amin jauh lebih besar di segmen pemilih minoritas dibandingkan pemilih Muslim.

"Di pemilih Muslim yang menilai kondisi ekonomi baik, Jokowi-Amin unggul didukung sebanyak 67,1 persen, Prabowo-Sandi didukung 23,8 persen. Di pemilih Muslim yang menilai kondisi ekonomi buruk, Prabowo-Sandi unggul didukung sebanyak 63,7 persen dan Jokowi-Amin didukung 26,3 persen," kata Ardian.


Survei bertajuk 'Pergeseran Sentimen Agama Setelah 6 Bulan Kampanye' itu dilakukan pada 18-25 Februari 2019. Survei melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling.

Wawancara dilakukan tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Survei ini memiliki margin of error 2,9 persen. Selain survei, lembaga ini juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan wawancara mendalam. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

Sebelumnya, lembaga survei asal Australia, Roy Morgan, menyebut Jokowi masih unggul atas Prabowo dengan angka 58 persen berbanding 42 persen pada Januari 2019. Keunggulan itu, di antaranya, terjadi pada kategori pemilih segmen perempuan dan masyarakat pedesaan, serta ditopang oleh kinerja ekonomi.

Namun, Prabowo mengungguli Jokowi di sejumlah wilayah, seperti Jakarta, Jawa Barat, Sumatra Selatan, dan Lampung. Hal ini disebut membuat perbedaan suara antara kedua capres menipis di kawasan perkotaan.

[Gambas:Video CNN] (sas/pmg)