Serahkan KIP ke 3.300 Siswa, Jokowi 'Pamer' KIP Kuliah

CNN Indonesia | Rabu, 06/03/2019 16:20 WIB
Serahkan KIP ke 3.300 Siswa, Jokowi 'Pamer' KIP Kuliah Presiden Jokowi menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 3.300 siswa sekolah di SLB Negeri Pembina, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (6/3). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 3.300 siswa di wilayah Jakarta Selatan, baik yang duduk di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Jokowi memberikan secara simbolik kepada perwakilan 10 siswa, di SLB Negeri Pembina, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (6/3). Hadir dalam penyerahan itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi turut memperkenalkan KIP Kuliah, salah satu program baru calon presiden petahana 01 itu bila terpilih kembali menjadi presiden pada periode kedua.


"Anak-anak ku saya beritahu ya, nanti ini kan Kartu Indonesia Pintar hanya untuk SD, SMP, SMA, SMK, nanti ke depan kami akan ada lagi KIP untuk kuliah," ujar Jokowi.

"Kemudian anak-anak yang ingin kuliah pakai KIP Kuliah," kata Jokowi menambahkan, yang langsung disambut riuh para siswa.

Jokowi mengingatkan kepada para siswa untuk rajin belajar agar bisa melanjutkan ke bangku kuliah. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mempersilakan para siswa untuk memilih kuliah di akademi maupun universitas.

"Yang paling penting anak-anak harus berprestasi dan memiliki semangat belajar yang baik," ujarnya.

Jokowi lantas mengingatkan agar KIP digunakan untuk membeli perlengkapan yang berkaitan dengan pendidikan seperti buku pelajaran, seragam sekolah, tas dan sepatu untuk sekolah. Ia mewanti-wanti para siswa tak menggunakan uang itu untuk membeli pulsa ataupun handphone.

Menurut Jokowi, masing-masing siswa mendapat dana KIP berbeda-beda, yakni untuk siswa SD sebesar Rp450 ribu, siswa SMP sejumlah Rp750 ribu, dan siswa SMA/SMK sebesar Rp1,5 juta.

"Untuk beli pulsa tidak boleh. Janjian ya. Kalau ada yang beli pulsa, hati-hati kartunya dicabut," katanya.

Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan mulai hari ini para siswa di wilayah Jakarta Selatan sudah bisa menarik dana KIP tersebut. Menurut dia, dana KIP bisa diambil melalui bank mitra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, BNI dan BRI.

"Hari ini juga anak-anak bisa mengambil dana yang sudah disediakan oleh bank-bank mitra Kemendikbud," kata Muhadjir.

Muhadjir menjelaskan bahwa penerima KIP tahun 2019, baik SD, SMP, SMA/SMK di DKI Jakarta sebanyak 31.299 siswa dengan nilai bantuan sebesar Rp4,1 triliun.

"Ini termasuk provinsi penerima KIP terbesar untuk seluruh Indonesia," ujarnya. (fra/wis)