Prabowo: Elite Ingin Rakyat Macam Kerbau Dicucuk Hidung

CNN Indonesia | Jumat, 08/03/2019 16:52 WIB
Prabowo: Elite Ingin Rakyat Macam Kerbau Dicucuk Hidung Calon presiden Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Bandung, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengkritik elite politik di Jakarta. Dalam pidato kebangsaan bertajuk Renaisans Indonesia di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jawa Barat, Prabowo menyebut elite di Jakarta memiliki hati yang beku dan ingin rakyat patuh semata.

"Elite di Jakarta hatinya sudah beku. Mereka hanya mikir kekayaan diri dan keluarganya saja. Mereka berpikir mobil mewah apalagi yang akan mereka beli minggu ini. Dan mereka pamer-pamer itu," kata Prabowo, Jumat (8/3). 


Kritik Prabowo terhadap elite tak lepas dari kondisi masyarakat di Indonesia saat ini yang menurut Prabowo sudah semakin memahami perjuangannya.


Prabowo berkata setelah berbicara selama belasan tahun, pada bulan-bulan ini dia melihat rakyat di daerah sudah mulai menggunakan istilah-istilah yang kerap ia gunakan, namun tak merincinya. Dia hanya mengatakan rakyat sudah merasa bahwa bangsa Indonesia perlu diselamatkan.

"Kalau ketemu saya tadi juga di jalan saya pulang dari PERSIS, saya ke Masjid Kauman. Rakyat 'selamatkan Indonesia'. Jadi rakyat merasa bahwa bangsanya harus diselamatkan. Ada yang bahkan 'Pak, Indonesia menang, pak. Indonesia menang'," ujar Prabowo.


Kondisi rakyat tersebut, kata Prabowo tak sejalan dengan yang diharapkan elite di Jakarta. Prabowo menyatakan para elite di Jakarta justru menginginkan rakyat bodoh.

"Saking miskin diberi uang sedikit patuh kayak kerbau yang dicucuk hidungnya bisa dibawa ke sini dan ke sana. Itu yang ingin dilestarikan oleh elite di Jakarta," kata Prabowo.

Prabowo mengaku mengerti elite-elite tersebut karena dirinya juga bagian dari elite. Namun Prabowo menegaskan dirinya berbeda dengan para elite yang dikritiknya.

"Saya mengerti itu saya paham itu karena saya bagian dari elite itu. Tapi saya sadar bahwa itu elite yang salah," ujar Prabowo.


[Gambas:Video CNN]

(tst/wis)