KRL Anjlok, Ratusan Penumpang Telantar di Stasiun Cilebut

Antara, CNN Indonesia | Minggu, 10/03/2019 12:47 WIB
KRL Anjlok, Ratusan Penumpang Telantar di Stasiun Cilebut anjlokan KA 1722 relasi Jatinegara - Bogor di petak jalan antara Cilebut - Bogor yang terjadi sekitar pukul 10.15 WIB. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan penumpang di Stasiun Cilebut, Bogor, Jawa Barat masih telantar pascaanjloknya salah satu rangkaian kereta rel listrik (KRL) Jakarta-Bogor, di perlintasan Kebon Pedas, Kota Bogor, Minggu (10/3) pagi.

Sejumlah penumpang jurusan Bogor-Jakarta masih belum mendapat kepastian kapan perjalanan kereta kembali normal. Pantaian di lapangan, sejumlah pengguna jasa menanyakan kepada petugas KRL di Stasiun Cilebut, Kota Bogor untuk mendapat kepastian.

Sebelumnya diberitakan, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengajukan permohonan maaf atas gangguan perjalanan di lintas Bogor-Jakarta Kota dan sebaliknya akibat kecelakaan KRL yang terjadi di perlintasan Kebon Pedes, Bogor.


"PT KCI memohon maaf atas gangguan perjalanan di lintas Bogor-Jakarta Kota/Jatinegara dan sebaliknya," kata Vice President Corporate Communication PT KCI Eva Chairunisa dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Minggu (10/3).

Eva mengimbau kepada masyarakat yang telah memiliki tiket kereta commuter line jalur Jakarta Kota-Bogor untuk mengembalikan uang tiket di stasiun terdekat. 


Eva menjelaskan kecelakaan KA 1722 relasi Jatinegara-Bogor itu terjadi di petak jalan antara Cilebut-Bogor dan terjadi sekitar Pukul 10.15 WIB.

Kecelakaan tersebut menyebabkan dua gerbong kereta terguling yaitu gerbong yang berada di rangkaian depan dan salah satunya gerbong kereta khusus perempuan.

Dua gerbong kereta yang mengarah Bogor tersebut keluar dari jalur dan hampir menimpa rumah warga di sekitar perlintasan kereta. Saat ini para petugas PT KAI Daop 1 dan PT KCI sedang melakukan proses evakuasi dan perjalanan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota dan sebaliknya terhenti di Stasiun Depok.

"Penyebab kejadian tersebut belum dapat disampaikan karena masih proses evakuasi dan akan dilakukan investigasi lebih lanjut," kata Eva.

[Gambas:Video CNN] (ain/ain)