"Meneguhkan tekad kami bersama untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pemilihan Presiden 2019," kata Nila Oktaviani bersama delapan orang lainnya membacakan deklarasi di hadapan Jokowi.
Nila mengatakan Alumni Jabar Ngahiji siap memerangi hoaks alias kabar bohong, fitnah, kebohongan dan upaya menghancurkan kokohnya benteng Pancasila. Nila menyebut pihaknya juga bertekad menjaga Jokowi dan Ma'ruf Amin dengan sepenuh hati dan kekuatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi lantas mengajak para pendukung untuk berani melawan kabar bohong alias hoaks maupun fitnah yang disebarkan ke masyarakat. Menurutnya, saat ini berita bohong maupun fitnah tak hanya disebarkan lewat media sosial, tetapi sudah dari pintu ke pintu.
"Sebagai intelektual di negara ini harus berani menyuarakan yang benar itu katakan benar, yang salah itu katakan salah," kata Jokowi disambut riuh pendukung.
Jokowi memberikan contoh salah satu hoaks dan fitnah yang disebarkan dari pintu ke pintu adalah soal pemerintah akan melarang azan dan menghapus pelajaran agama bila dirinya menang. Menurutnya, isu tersebut sangat tidak masuk akal.
"Kalau kita tidak melawan bisa jadi 15 juta, 20 juta, 30 juta, harus kita lawan yang ini. Jawabnya seperti bapak ibu teriakkan, lawan. Jangan diam, sebagai intelektual kita jangan diam ada proses-proses demokrasi yang tidak betul seperti itu, harus kita lawan," ujarnya.
Seruan Jokowi kembali disambut riuh pendukungnya. Mereka menerima ajakan Jokowi melawan hokas dan fitnah sembari meneriakkan, "lawan, lawan, lawan". (fra/mik)