Pemegang Kartu Prakerja Jokowi Dapat Jatah Honor Pengangguran

CNN Indonesia | Minggu, 10/03/2019 18:20 WIB
Pemegang Kartu Prakerja Jokowi Dapat Jatah Honor Pengangguran Presiden Jokowi memberi jatah kucuran intensif dan honor bagi para pemegang kartu prakerja selama belum mendapat pekerjaan. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemegang kartu prakerja akan mendapatkan honor dalam kurun waktu tertentu selama yang bersangkutan belum bekerja atau menganggur. Kartu prakerja merupakan bagian program baru Jokowi, selain kartu KIP Kuliah dan kartu sembako murah.

"Sebelum mendapat pekerjaan nanti yang megang kartu ini akan diberikan insentif, honor," kata Jokowi saat sambutan dalam acara Parahyangan Bersatu yang digagas Relawan Balad Jokowi, di Vila Istana Bunga, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (10/3).

Jokowi tak menjelaskan berapa besaran honor yang bakal diterima oleh para pemegang kartu prakerja, begitu pun dengan mekanisme pengalokasian dananya.

Jokowi meminta para lulusan SMK, SMA, perguruan tinggi maupun akademi mendaftar untuk memperoleh kartu prakerja saat sedang mencari pekerjaan. Menurut calon presiden nomor 01 itu, pemerintah akan memberikan pelatihan kepada para pemegang kartu itu.


"Nanti akan di-training, akan diberi pelatihan di dalam negeri maupun di luar negeri," ujarnya.


Selain memperkenalkan program kartu prakerja, Jokowi juga menjelaskan keberadaan KIP Kuliah dan kartu sembako murah. Untuk KIP Kuliah, kata Jokowi pemerintah ingin masyarakat bisa mengakses bangku kuliah lewat program baru tersebut.

Menurutnya, KIP Kuliah akan diberikan kepada masyarakat yang ingin menguliahkan anak-anaknya, baik lulusan SMA maupun SMK namun terbentur masalah biaya.

"Saya tidak ingin ada anak-anak kita yang tidak kuliah gara-gara urusas biaya. Ini nanti jalan keluarnya," katanya.

Kemudian, lanjut Jokowi untuk kartu sembako murah akan diberikan kepada para ibu-ibu yang telah diseleksi untuk mendapatkan kartu terebut. Menurut Jokowi, ibu-ibu yang memiliki banyak duit tak akan mendapatkan kartu tersebut.

"Ini untuk apa? Ini untuk beli sembako, gula, beras, minyak dan lain-lain. Nanti akan dapat diskon tertentu. Baru kami hitung semuanya ini," ujarnya.
(fra/gil)