Kronologi Ledakan dan Penyergapan Terduga Teroris di Sibolga

CNN Indonesia | Selasa, 12/03/2019 21:22 WIB
Kronologi Ledakan dan Penyergapan Terduga Teroris di Sibolga Foto ilustrasi penyergapan terduga teroris. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Lingkungan III kelurahan Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Sibolga, Sumatera Utara Rahmad Noveri mengungkapkan kronologi saat polisi hendak menangkap pelaku tindak pidana terorisme, Husain alias Abu Hamzah.

Menurut Rahmad, pada pukul 14.00 WIB dirinya ditelepon pihak kepolisian dan meminta mendampingi penggerebekan terhadap seorang warga berinisial U.

"Sebelum penggerebekan dilakukan, saya diberi waktu membujuk untuk menyerahkan diri, namun usaha itu tidak membuahkan hasil," kata Rahmad seperti dilaporkan Antara, Selasa (12/3).


Setelah negoisasi berlangsung satu jam dan tidak membuahkan hasil, pihak kepolisian dibantu paman pelaku pun mendobrak pintu rumah terduga. Saat pintu berhasil didobrak terdengar ledakan kuat diduga bom yang dilemparkan oleh terduga teroris.

"Jadi pas pintu berhasil kita dobrak, langsung ada ledakan kuat," kata Rahmad.


Akibat ledakan tersebut, satu orang polisi dan paman pelaku peledakan bernama Nain mengalami luka serius dan saat ini dalam perawatan intensif di RS Metta Medika.

Negosiasi masih alot

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan negosiasi dengan terduga pelaku dan pemilik bom yang meledak di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Sibolga tersebut.


Sampai Selasa (12/3) malam antara polisi dengan terduga pelaku bom masih melakukan negosiasi, dimana pihak kepolisian meminta terduga pelaku agar menyerahkan diri.

"Kami minta agar segera menyerahkan diri kepada polisi," ujar polisi kepada pelaku dengan menggunakan alat pengeras suara dari masjid.

Terduga pelaku pemilik bom masih bertahan dalam rumah dan di dalam rumah itu ada istri dan seorang anaknya.


Pihak kepolisian juga sudah mengamankan lokasi dengan membatasi warga untuk tidak masuk ke lokasi.

Sementara itu warga sampai saat ini masih ramai mendatangi lokasi kejadian, walaupun sudah dilarang polisi. Tampak mobil pemadam kebakaran disiapkan di pinggir jalan dekat gang rumah terduga pelaku.

Polisi menjelaskan Abu Hamzah terkait dengan teroris RIN alias PS yang ditangkap di Lampung akhir pekan lalu. Saat ini, kepolisian tengah mengembangkan penangkapan tersebut untuk menangkap tersangka lainnya.

(Antara/DAL)