Debat Cawapres Dinilai Cuma Ajang Olok-olok Antarpendukung

CNN Indonesia | Jumat, 15/03/2019 00:12 WIB
Debat Cawapres Dinilai Cuma Ajang Olok-olok Antarpendukung Ray Rangkuti menilai pelaksanaan debat tak lantas memengaruhi suara paslon, hanya menjadi ajang saling olok antarpendukung. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti menilai debat putaran ketiga tidak akan memberikan dampak elektoral yang signifikan bagi kedua pasangan calon. Justru, kata dia, debat hanya akan menjadi ajang olok-olok untuk pendukung kedua kubu di Pilpres 2019.

"Yang ditangkap itu soal olok-olok antara para pemilih, besar dugaan saya yang ditunggu bukan soal apa yang mereka omongkan tapi siapa yang salah ngomong," kata Ray dalam disukusi di Jakarta, Kamis (14/3).

Menurutnya, gelar debat tidak akan memiliki implikasi serius terhadap suara. Jangankan wakil presiden, kata dia, debat presiden pun tidak memiliki implikasi suara yang signifikan.


Berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, kata dia, pascadebat pertama tingkat keterpilihan kedua pasangan calon tidak naik atau turun secara signifikan.

Debat Cawapres Dinilai Cuma Ajang Olok-olok AntarpendukungRay rangkuti, tengah. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)


Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih unggul dengan perolehan suara 54,8 persen daati Prabowo Subianto - Sandiaga Uno yang mendapat suara 31,0 persen.

Dibanding dengan survei pada Desember 2018, elektabilitas Jokowi - Maruf berada di 54,2 persen dan Prabowo-Sandi 30,6 persen. Jika dihitung, paslon 01 hanya mengalami kenaikan sebesar 0,6 persen. Lebih tinggi sedikit dibanding paslon 02 yang naik 0,4 persen.

Menurut Ray, tidak signifikannya pengaruh debat terhadap suara paslon lantaran polarisasi pemilih yang sudah sangat kuat. Visi-misi dari kedua calon di debat nanti tidak akan berpengaruh mengubah persepsi pemilih yang sudah fanatik.


Senada, Peneliti Populi Center Hartanto Rosojati mengatakan debat masih belum bisa mengangkat suara kedua paslon. Hartanto menilai, debat nanti hanya akan menjadi tontonan semata.

"Debat publik belum memberikan dampak. Kalau dihitung pun hanya 2 persen sampai 3 persen (pengaruh debat terhadap elektabilitas). Ini pun (pengaruh debat terhadap elektabilitas) tidak langsung terjadi setelah debat," ujarnya.

Diketahui, debat cawapres akan dilangsungkan pada Minggu (17/3) mendatang. Debat ini akan mengangkat tema mengenai pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, dan sosial budaya.

[Gambas:Video CNN] (sah/ain)